Postinganku Hari Ini
[28/3 05.57] 𝕰𝖓𝖉𝖗𝖆 𝕶𝖚𝖒𝖆𝖗𝖎 ☝: INSPIRASI PAGI :
Bahagia itu sederhana, sesederhana kamu tersenyum dan bersyukur dengan apa yang sudah kamu miliki.
"Apalah artinya sempurna, bila ada yang sederhana tapi mampu membuat bahagia." (Bang HJS)
TETAP SEMANGAT
----------
HJS
[28/3 06.04] 𝕰𝖓𝖉𝖗𝖆 𝕶𝖚𝖒𝖆𝖗𝖎 ☝: 🕊️
*إِذَا سَمِعْتُمُ النِّدَاءَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ الْمُؤَذِّنُ*
_"Apabila kalian mendengar azan, maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkan oleh muazin.” (HR. Bukhari)_
📚 *Happy Weekend*
✍🏻
[28/3 06.21] 𝕰𝖓𝖉𝖗𝖆 𝕶𝖚𝖒𝖆𝖗𝖎 ☝: Serial Keluarga Sakinah #
SURGA ISTRI BERSANDAR PADA KEPEMIMPINAN SUAMI
Oleh: Ustadzah Dr. Aan Rohanah, Lc., M.Ag.
Allah memberikan kedudukan kepada suami dalam keluarga itu sangat mulia, yaitu sebagai pemimpin yang akan membawa keluarganya bahagia di dunia dan di akhirat. Allah berfirman :
الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ
"Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita" (An-Nisa : 34) .
Jika suami dapat melaksanakan kepemimpinannya dengan baik, maka ia menjadi ringan tanggung jawabnya di hari akhirat. Rasulullah bersabda :
وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
" Setiap suami adalah pemimpin bagi anggota keluarganya dan dia dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya " (HR. Bukhari).
Selain itu, setiap istri bersandar kepada kepemimpinan suami, sehingga keshalehannya bergantung kepada arahan dan bimbingan suaminya. Maka suami harus bisa mengkondisikan istri untuk lebih taat kepada Allah dan Rasul-Nya.
Jika suami bisa membimbing istri menjadi lebih shalihah maka istri bisa menjadi mitra baginya dalam mewujudkan keluarga yang sakinah, berkualitas & berperadaban.
Karena itu, suami harus bisa melaksanakan tugas kepemimpinannya kepada istri dan anak-anaknya, sehingga bisa membimbing mereka lebih taat dan istiqamah di jalan yang diridhai oleh Allah SWT.
Setiap istri harus menerima dan mentaati arahan dan bimbingan suami yang membuat pribadinya lebih shalihah dan bisa bersinergi dengan suami serta terus bersyukur dan bersabar dalam mewujudkan keluarga yang bahagia hingga di surga.
Di akhir zaman ini jumlah perempuan lebih banyak dari pada laki-laki, namun banyak kaum perempuan yang melakukan perbuatan salah dan berdosa tanpa takut kepada Allah dan tanpa malu kepada manusia sehingga jumlah perempuan yang masuk surga sedikit sekali. Rasulullah bersabda :
ان اقل ساكنى الجنة النساء
"Sesungguhnya penduduk surga yang paling sedikit adalah para wanita" ( HR. Muslim).
Setiap suami dan istri harus sama-sama berusaha berubah menjadi pribadi yang lebih shaleh dan shalihah agar bisa bersama-sama istiqamah di dalam mewujudkan keluarga yang diridhai Allah, bahagia hingga di surga dan selamat dari adzab neraka.
Suami yang tidak peduli pada keshalehan istri dan tidak memberikan bimbingan serta arahan untuk taat kepada agama, bahkan dibiarkan berdosa. Maka suami itu disebut dayyuts yaitu suami yang tidak punya rasa cemburu dan tidak memperingatkan istri saat berbuat maksiat. Allah telah mengharamkan dia masuk surga sebagaimana sabda Rasulullah SAW :
ثَلاَثَةٌ قَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِمُ الْجَنَّةَ مُدْمِنُ الْخَمْرِ وَالْعَاقُّ وَالْدَّيُّوثُ الَّذِى يُقِرُّ فِى أَهْلِهِ الْخُبْثَ
“Ada tiga orang yang Allah haramkan masuk surga yaitu: pecandu minuman keras, orang yang durhaka pada orang tua, dan orang yang tidak memiliki sifat cemburu yang menyetujui perkara keji pada keluarganya.” (HR. Ahmad).
Jika suami membiarkan istri berbuat dosa maka mereka telah gagal membawa keluarga bahagia hingga ke surga, bahkan mereka telah menjerumuskan ke neraka.
Bisa jadi suami istri hanya menjadi pasangan di dunia, tetapi akan mejadi musuh di hari akhirat. Allah berfirman :
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنَّ مِنْ اَزْوَاجِكُمْ وَاَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَّكُمْ فَاحْذَرُوْهُمْۚ
"Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka". (At-Taghabun : 14).
***
[28/3 09.49] 𝕰𝖓𝖉𝖗𝖆 𝕶𝖚𝖒𝖆𝖗𝖎 ☝: 𝗛𝗶𝗸𝗺𝗮𝗵 𝗣𝗮𝗴𝗶
Ditanyakan kepada Abi Zinad, "Mengapa engkau menyukai harta, padahal itu mendekatkanmu pada dunia?" Beliau menjawab، "Memang ia mendekatkanku pada dunia, akan tetapi ia juga melindungiku dari bahayanya fitnah dunia."
=============
قِيلَ لِأَبِي الزِّنَادِ: لِمَ تُحِبُّ الدَّرَاهِمَ وَهِيَ تُدْنِيكَ مِنَ الدُّنْيَا؟ قَالَ: هِيَ وَإِنْ أَدْنَتْنِي، فَقَدْ صَانَتْنِي عَنْهَا (تفسير القاسمي ٢٩/٣)
Komentar
Posting Komentar