Postinganku Hari Ini
[15/6 10.30] 𝕰𝖓𝖉𝖗𝖆 𝕶𝖚𝖒𝖆𝖗𝖎 ☝: Inspirasi Pagi :
Jika Allah Memberimu Nikmat maka bersyukurlah karena Dia sedang memberimu rahmah (Kasih Sayang)
Jika Allah Memberimu Sakit maka bersyukurlah karena Dia sedang memberimu hikmah (Pelajaran)
"Rahmah dan hikmah kedua2nya merupakan anugerah Allah"
Tetap Semangat.
----------
HJS
[15/6 10.30] 𝕰𝖓𝖉𝖗𝖆 𝕶𝖚𝖒𝖆𝖗𝖎 ☝: 🕊️
*BULAN MUHARAM*
_”Bulan Muharam adalah bulan pertama dalam kalender Hijriah. Mari kita sambut dengan memperbanyak ibadah, istighfar, dan doa kepada Allah Subhanahu Wataala.”_
_"Pada malam pertama Muharam, kita dapat melaksanakan shalat hajat dua rakaat dan berdoa agar Allah mengampuni dosa-dosa tahun yang telah berlalu serta menjadikan tahun yang baru penuh keberkahan dan kebaikan."_ 🤲🏻✨
*Barakallahu fiikum*
[15/6 10.30] 𝕰𝖓𝖉𝖗𝖆 𝕶𝖚𝖒𝖆𝖗𝖎 ☝: *الـسَّـلَامُـ عَلَيْڪُمْـ وَرَحْمَةُ اللّٰـٰه وَبَرَڪَاتُهُ*
*اَللَّٰہُمَّ صَلِّ عَلَیٰ سَیِّدِنَا مُحَمَّدِِ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ*
*بِسْــــــــــمِـ اللَّـٰهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِـ*
*📿JEJAK IBLIS*
.
Sombong, sebagaimana yang dikatakan Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam, adalah perbuatan menolak kebenaran dan meremehkan sesama. Perbuatan dosa ini, pertama kali dilakukan oleh Iblis laknatullah.
.
Setelah menciptakan Nabi Adam, Allah kemudian memerintahkan Malaikat dan Iblis untuk sujud menghormat kepadanya. Malaikat taat melaksanakan perintah Allah, sementara Iblis membangkang. Ia menolak perintah tersebut.
.
Dan ketika Allah bertanya,
“Apakah yang menghalangimu (sehingga) kamu tidak bersujud (kepada Adam) ketika Aku menyuruhmu? ”Dengan sombong Iblis menjawab, “Aku lebih baik daripada dia (Adam). Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia (Adam) Engkau ciptakan dari tanah.”Dan atas jawaban Iblis itu, Allah kemudian berfirman, “Maka turunlah kamu darinya (surga), karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya. Keluarlah! Sesungguhnya kamu termasuk makluk yang hina.” (QS :Al-A’raf : 11,12,13 )
.
🌹 Iblis telah berbuat sombong.
🔥 Pertama, menolak kebenaran yang datangnya dari Allah yakni perintah untuk sujud menghormat kepada Adam.
🔥 Kedua, meremehkan atau merendahkan Nabi Adam serta merasa diri lebih hebat.Terusirlah Iblis dari surga karena kesombonganya. Dendam iblis pun membara. Gara-gara Adam, ia terusir dari surga. Iblis pun bersumpah akan mengibarkan bendera permusuhan dengan Adam dan seluruh keturunannya hingga nanti akhir zaman. Iblis akan terus berusaha untuk membuat tipu daya, agar manusia mengikuti jejak langkahnya.
.
Faktanya selanjutnya adalah tidak sedikit bangsa manusia yang kemudian mengikuti jejak langkahnya Iblis, yakni berlaku sombong. Menolak kebenaran dan meremehkan sesama.
.
Al Qur’an mengabarkan, pada jamannya Nabi Nuh, sebagian besar kaumnya telah mengikuti jejak Iblis. Mereka bersikap sombong, menolak kebenaran yang disampaikan Nabi Nuh serta merendahkan Nabi Nuh sebagai utusan Allah.
Jamannya Nabi Hud, kesombongan juga dilakukan kaum Ad. Mereka menolak dakwah yang disampaikan Nabi Hud serta merendahkan Nabi Hud.
.
Kaum Tsamud dijamannya Nabi Soleh mereka juga berlaku sombong, menolak dan menentang kebenaran yang di sampaikan Nabi Soleh. Bahkan mereka sangat kurang ajar sekali, berani membunuh unta betina yang merupakan mukjizat dari Nabi Soleh.
.
Dan yang tidak asing lagi bagi kita adalah kesombongan yang dilakukan Firaun, penguasa Mesir di jaman Nabi Musa. Bahkan raja Fir’aun memproklamirkan dirinya sebagai tuhan.
.
Ketika kebenaran disampaikan mantan putra angkatnya sendiri yakni Nabi Musa alaihi sallam ia menolaknya. Dan bersama bala tentaranya iapun berusaha untuk menghabisi dan melenyapkan Nabi Musa dan para pengikutnya.
.
Pada masa Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam diutus juga tidak sedikit orang orang yang menolak dan memusuhi dakwah kebenaran yang dibawa Nabi pamungkas ini. Mereka merendahkan, menghina, mencemooh, menyakiti bahkan berusaha untuk menghabisi nyawa sang Nabi.
.
Di zaman sekarang ini, pun tidak sedikit orang yang mengikuti jejaknya Iblis. Mereka menolak, menentang bahkan melawan kebenaran (hukum Allah), serta meremehkan dan berusaha untuk melenyapkan dengan berbagai macam cara orang-orang yang telah menyampaikan kebenaran tersebut.
.
Al-Qur’an sendiri sudah berulang kali menceritakan tentang bagaimana akhir dari orang orang yang berbuat sombong. Allah mendatangkan banjir bandang kepada kaumnya Nabi Nuh yang sombong.
Allah menurunkan badai topan untuk menghabisi kaum Ad yang sombong, kaumnya Nabi Hud. Allah juga mendatangkan azab berupa guntur dan gempa untuk menghancur leburkan kaum Tsamud, kaumnya Nabi Soleh yang sombong.
Serta bagaimana Allah mengakhiri kesombongan fir’aun dan bala tentaranya. Fir’aun dan bala tentaranya dibinasakan Allah dengan ditenggelamkan dilaut merah.
.
Apa yang dikisahkan Allah didalam Al Qur’an tersebut seharusnya menjadi pelajaran dan peringatan bagi orang orang sesudahnya, agar jangan sampai mengulang perbuatan yang sama. Jangan berbuat sombong.
.
Tapi orang-orang yang sombong , memang telah tertutup mata hatinya. Mereka menganggap kisah-kisah dalam Al Qur’an hanyalah dongengan dan khayalan belaka.
Apa yang ada dalam Al-Qur’an tidak akan dipercaya ,dan juga tidak dijadikan pedoman dalam kehidupannya. Walaupun mereka telah melihat tanda tanda kebenaran dengan nyata, tetapi tetap saja mereka berhati batu. Mereka tetap berpaling.
.
Mereka tetap saja memilih untuk mengikuti jejaknya Iblis, berlaku sombong, menolak kebenaran dan merendahkan orang lain.
“Akan Aku palingkan dari tanda-tanda (kekuasaan-Ku) orang-orang yang menyombongkan diri di bumi tanpa alasan yang benar. Kalaupun mereka melihat setiap tanda (kekuasaan-Ku) mereka tetap tidak akan beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak (akan)menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan ,mereka menempuhnya. Yang demikian adalah karena mereka mendustakan ayat ayat kami dan mereka selalu lengah terhadapnya.”
(QS: Al-A’raf (7) :146).
[15/6 10.30] 𝕰𝖓𝖉𝖗𝖆 𝕶𝖚𝖒𝖆𝖗𝖎 ☝: _*السلام عليكم ورحمة الله وبركاته*_
_*بســـــــم الله الرحمن الرحيم*_
_*اللهم صل على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه وبارك وسلم*_
*DAHSYATNYA SAKAROTUL MAUT*
*💚Rosulullooh bersabda bahwa,:*
_*"Sakarotul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang."*_
*(HR. Tirmidzi)*
_*"Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera."*_
*"Apakah batang pohon duri itu dapat diambil, tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek,???."*
_*(HR Bukhori)*_
*Imam Al Ghozali berkata:,*
_*"Demi Allooh,..*_ *"Seandainya jenazah yang sedang kalian tangisi bisa berbicara sekejap saja, lalu menceritakan (pengalaman sakarotul mautnya) pada kalian, niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut, dan mulai menangisi diri kalian sendiri."*
_*(Imam Ghozali mengutip atsar Al-Hasan)*_
_*😔"Sakarotul maut ibarat sebatang pohon berduri ,yang dimasukkan dalam perut seseorang.*_
*Kemudian seorang lelaki menariknya dengan sekuat-kuatnya, sehingga ranting itupun membawa semua bagian tubuh yang tersangkut padanya dan meninggalkan yang tersisa."*
_*"Rasa sakit yang dirasakan selama sakarotul maut, seperti menghujam jiwa dan menyebar ke seluruh anggota tubuh, sehingga sebagian orang yang sedang sekarat, merasakan bahwa dirinya ditarik-tarik dan dicabut dari setiap urat nadi, urat saraf, persendian, dan dari setiap akar rambut serta kulit kepala hingga kaki."*_
_*🤲"Yaa Allooh,.."*_
_*"Ampunilah dosa² kami dan kedua orangtua kami, serta semua kaum muslimin dan muslimat, serta matikanlah kami dalam keadaan Husnul Khotimah."*_
*امين امين يا رب العالمين.*
[15/6 10.30] 𝕰𝖓𝖉𝖗𝖆 𝕶𝖚𝖒𝖆𝖗𝖎 ☝: 𝗛𝗶𝗸𝗺𝗮𝗵 𝗣𝗮𝗴𝗶
Anak-anak adalah amanah yang dititipkan kepada kedua orang tuanya. Hati mereka yang masih suci laksana permata yang sangat berharga; polos, bersih, dan belum terukir oleh apa pun. Mereka siap menerima setiap ukiran dan akan cenderung kepada apa saja yang diarahkan kepadanya. Jika dibiasakan dengan kebaikan dan dididik di atasnya, niscaya ia akan tumbuh dalam kebaikan itu serta meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat [Imam Ghazali rahimahullah]
=========
والصبيان أَمَانَةٌ عِنْدَ وَالِدَيْهِ وَقَلْبُهُ الطَّاهِرُ جَوْهَرَةٌ نَفِيسَةٌ سَاذَجَةٌ خَالِيَةٌ عَنْ كُلِّ نَقْشٍ وَصُورَةٍ وَهُوَ قَابِلٌ لِكُلِّ مَا نُقِشَ وَمَائِلٌ إِلَى كُلِّ مَا يُمَالُ بِهِ إِلَيْهِ فَإِنْ عُوِّدَ الْخَيْرَ وَعُلِّمَهُ نَشَأَ عَلَيْهِ وَسَعِدَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ (إحياء علوم الدين ٧٢/٣)
[15/6 10.30] 𝕰𝖓𝖉𝖗𝖆 𝕶𝖚𝖒𝖆𝖗𝖎 ☝: *MUNAJATQU*
Senin, 15 Juni 2026 / 29 Dzulhijjah 1447 H
*بسم الله الرحمن الرحيم*
*اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ*
Ya Allah yang maha kuasa, sanjung kebesaran, puja dan puji keagungan kami panjatkan kehadirat-Mu Yaa Allah. Pada pagi hari ini kami mohon kepada-Mu keberkahan dan taburan Rahmat-Mu senantiasa mengucur menyirami keluarga kami.
Atas keberkahan-Mu kami dapat menikmati pagi dan karena berkah-Mu kami dapat menghadapinya hingga berada di sore hari, karena-Mu pula kami bisa hidup kelak hingga kami wafat. Hanya kepada-Mu kelak kami akan kembali.
Yaa Allah
Ya Rabb ku, aku memohon kepada-Mu atas kebaikan malam ini dan malam sesudahnya.
Ya Allah yang maha melindungi,
Aku memohon perlindungan-Mu dari segala bentuk kemalasan dan keburukan dimasa tua selain itu aku juga memohon perlindungan dari siksa api neraka dan siksa kubur serta Dajjal.
*Ya Allah pemberi rezeki,*
*Kami mohon cukupkanlah kami dengan segala bentuk rezeki yang halal dan jauhkanlah kami dari rezeki yang haram. Selain itu cukupkanlah juga kami dengan karunia-Mu dari bergantung hanya kepada-Mu.*
Ya Allah, aku minta kepada-Mu akan pemberian rezeki yang halal, luas dan baik serta toyiban, sesungguhnya Engkau maha atas segala segalanya.
*ﺁﻣِﻴْﻦُ ﻳَﺎ ﺭَﺏَّ ﺍﻟْﻌَﺎﻟَﻤِﻴْﻦ*
𝐁𝐚𝐫𝐚𝐤𝐚𝐥𝐥𝐚𝐚𝐡𝐮 𝐅𝐢𝐢𝐤𝐮𝐦..✨
Komentar
Posting Komentar