Postinganku Hari Ini
[24/9 08.05] 𝕰𝖓𝖉𝖗𝖆 𝕶𝖚𝖒𝖆𝖗𝖎 ☝: 𝗛𝗶𝗸𝗺𝗮𝗵 𝗣𝗮𝗴𝗶
Apabila engkau hendak menasihati seseorang, nasihatilah ia secara pribadi, bukan di hadapan orang banyak. Sampaikanlah dengan bahasa yang halus dan tidak secara terang-terangan. Namun, jika ia tidak memahami maksud nasihatmu yang tersirat, maka sampaikanlah kepadanya secara terus terang [Ibnu Hazm rahimahullah]
==========
وَإِذَا نَصَحْتَ فَانْصَحْ سِرًّا لَا جَهْرًا، وَبِتَعْرِيضٍ لَا تَصْرِيحٍ، إِلَّا أَنْ لَا يَفْهَمَ الْمَنْصُوحُ تَعْرِيضَكَ فَلَا بُدَّ مِنَ التَّصْرِيحِ (الأخلاق والسير ٤٥)
[24/9 08.48] 𝕰𝖓𝖉𝖗𝖆 𝕶𝖚𝖒𝖆𝖗𝖎 ☝: ﷽
ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ
┏ □■□ ━━━━━━━
ALLAH CINTA HAMBA YANG BERTAKWA, KAYA HATI DAN TERSEMBUNYI
┗━━━━━━━━━━ ○○●
Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai hamba-hambaNya yang bertakwa, kaya hati dan tersembunyi. Dalam hadits riwayat Muslim, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
إنَّ الله يُحِبُّ الْعَبْدَ التَّقِيَّ الغَنِيّ الْخَفِيَّ
“Sesungguhnya Allah cinta kepada seorang hamba yang bertakwa, yang kaya hati dan tersembunyi.” (HR. Muslim)
Tiga sifat yang dicintai oleh Allah dari seorang hamba, yaitu:
■ 1. HAMBA YANG BERTAKWA
Sesungguhnya ketakwaan adalah merupakan tujuan disyariatkannya berbagai macam ibadah. Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai manusia, beribadahlah kalian kepada Rabb kalian yang telah menciptakan kalian dan menciptakan orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” (QS. Al-Baqarah[2]: 21)
Allah memerintahkan manusia untuk beribadah kepada Allah saja dan Allah menyebutkan tujuan dari ibadah adalah agar bertakwa. Allah mensyariatkan bulan Ramadhan pun demikian,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian untuk berpuasa sebagaimana diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” (QS. Al-Baqarah[2]: 183)
Maka ibadah yang tidak menimbulkan ketakwaan itu pertanda ibadah belum diterima oleh Allah ‘Azza wa Jalla.
Ternyata tujuan disyariatkannya ibadah, tiada lain supaya kita menjadi hamba yang bertakwa kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Karena takwa bermanfaat untuk hidup kita di dunia dan di akhirat. Di dunia ketakwaan membuka pintu-pintu rezeki, Allah berfirman:
…وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا (2) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ…
“Siapa yang bertakwa kepada Allah, Allah akan memberikan jalan keluar dari kesulitan hidupnya dan Allah akan berikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (QS. At-Talaq[65]: 2-3)
Ternyata takwa membuka pintu rezeki seorang hamba, takwa menjadikan seorang hamba diberikan kemudahan dalam urusannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا
“Siapa yang bertakwa kepada Allah, Allah akan dijadikan urusannya mudah.” (QS. At-Talaq[65]: 4)
Bahkan takwa adalah senjata yang paling kuat menghadapi tipu muslihat dan makar orang-orang kafir, orang-orang yang benci kepada Islam. Allah berfirman:
وَإِن تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا لَا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئًا
“Jika kalian terus bersabar dan kalian terus bertakwa kepada Allah, tidak akan membahayakan kalian tipu muslihat mereka sedikitpun juga.” (QS. Ali-Imran[3]: 120)
Betapa dahsyatnya takwa dalam hidup seorang hamba, saudaraku. Maka jadilah kita hamba-hamba yang senantiasa takut kepada Allah dengan bertakwa kepadaNya. Dimana hakikat takwa adalah menjalankan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan Allah ‘Azza wa Jalla.
Maka setiap kita berusaha untuk menjadi hamba yang bertakwa, karena balasannya di akhirat luar biasa. Allah berfirman:
إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ ﴿١٥﴾ آخِذِينَ مَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَٰلِكَ مُحْسِنِينَ ﴿١٦﴾
“Sesungguhnya orang yang bertakwa berada dalam surga dan mata air yang mengalir, mereka mengambil kenikmatan yang Allah berikan kepada mereka. Sesungguhnya dahulu mereka di dunia termasuk orang-orang yang berbuat ihsan.” (QS. Adz-Dzariyat[51]: 16)
Subhanallah.. Ini sifat pertama yang Allah cintai dari seorang hamba.
إنَّ الله يُحِبُّ الْعَبْدَ التَّقِيَّ…
“Sesungguhnya Allah suka kepada seorang hamba yang bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala…”
■ 2. KAYA HATI
Sifat kedua yang Allah cintai adalah yang kaya hatinya, yang penuh qana’ah (merasa puas dengan yang ada), hatinya tidak mengharapkan kehidupan dunia, hatinya hanya menghidupkan kehidupan akhirat saja.
Itulah hamba yang kaya hatinya, karena ia memandang dunia ini sesuatu yang tak berharga, ia memandang dunia ini hidupnya fana, kesenangannya tak akan selama-lamanya. Ia memandang sebagaimana Allah dan RasulNya tidak pernah memuji dunia.
Ketika dia menyadari bahwasanya dunia haramnya mendatangkan adzab dan halalnya akan dihisab, maka seorang hamba pun kemudian hatinya zuhud dari kehidupan dunia. Maka ia pun menjadi hamba yang kaya hati (qana’ah) dengan apa yang Allah berikan kepadanya walaupun sedikit.
Ketika ia mendapatkan nikmat, yang ia pikirkan bagaimana ia mensyukuri nikmat Allah ‘Azza wa Jalla. Ia sadar bahwa sedikitnya nikmat saja belum tentu ia bisa syukuri, bagaimana dengan banyaknya nikmat Allah ‘Azza wa Jalla?
Maka ia khawatir dengan banyaknya nikmat membuatnya terlena dari kehidupan akhirat, ia khawatir apabila ia diberikan banyak nikmat menjadikan dia hamba yang sombong kepada makhluk-makhluk Allah dan sombong kepada Allah ‘Azza wa Jalla.
*Salam_Damai_Terindah*
[24/9 08.59] 𝕰𝖓𝖉𝖗𝖆 𝕶𝖚𝖒𝖆𝖗𝖎 ☝: BISMILLAH
Usia 40 tahun sudah bukan lagi waktunya sibuk main Tik Tok, sibuk upload foto selfie, Hobby nongkrong, nonton drakor, dengerin musik, joged-joded.
Tapi sebaliknya ia harus mulai sibuk menjalani hidupnya dengan ibadah, amal shalih, menuntut ilmu, menjaga perilaku, menjaga syahwat dan meninggalkan ketamakan pada dunia.
Usia 40 Tahun adalah dimana manusia telah mencapai puncak kehidupannya baik dari segi fisik, intelektual, emosi, maupun spiritualnya. Ia telah meninggalkan masa mudanya dan melangkah ke masa dewasa yang sebenar-benarnya...
Maka siapa saja yg telah mencapai 40 tahun hendaknya ia berusaha memperbarui taubat dan kembali kepada Allah dengan bersungguh-sungguh, serta membuang kejahilan ketika usia muda, dan lebih berhati-hati,..
Ia harus melihat sesuatu dengan hikmah dan penuh keimanan, semakin meneguhkan tujuan hidup, menjadikan uban sebagai peringatan dan semakin memperbanyak syukur...
Bila Usia 40 Tahun, maka hendaknya kita mulai meningkat minatnya terhadap agama, dimana semasa mudanya jauh sekali dari agama. Maka sekarang mulailah menutup aurat dan banyak mengikuti kajian-kajian agama.
Bila Usia 40 Tahun, namun belum ada juga minatnya terhadap agamanya, maka bisa jadi pertanda yang buruk dari kesudahan umurnya di dunia...
Bila Usia 40 Tahun, maka tidak lagi banyak memikirkan "masa depan" keduniaan, mengejar karir dan kekayaan. Tetapi sudah jauh berpikir tentang nasibnya kelak di akhirat...
Bila Usia 40 Tahun, jika masih gemar melakukan dosa dan maksiat, mungkin meninggalkan shalat, berzina, mengumbar aurat, mabuk, dll, maka akan lebih sulit baginya untuk berhenti dari kebiasaan tersebut...
Bila Usia 40 Tahun, maka hendaknya ia mulai bersungguh-sungguh perbaiki apa-apa yang telah lewat dan manfaatkan dengan baik hari-hari yang tersisa dari umur yang ada, sebelum ruh sampai di tenggorokan. Sehingga menjadi pemenyesal kemudian hari yg tiada guna...
Ibrahim al-Nakha’i rahimahullah berkata :
“Mereka (para salaf) berkata, jika seseorang telah mencapai usia 40 tahun dan berada pada suatu perangai tertentu, maka ia tidak akan pernah berubah hingga datang kematiannya". (Ath-Thabaqat al-Kubra VI/277)
Imam Malik rahimahullah berkata :
"Aku dapati para ahli ilmu di negeri kami mencari dunia dan berbaur dengan manusia hingga datang kepada mereka usia 40 tahun. Jika telah datang usia tersebut kepada mereka, mereka pun meninggalkan manusia (yaitu lebih banyak konsentrasi untuk meningkatkan ibadah dan ilmu)" (At-Tadzkiroh hal 149).
Imam Ibnul Jauzi rahimahullah berkata:
Barangsiapa yang telah mencapai usia 40 tahun dan kebaikkannya belum mengalahkan keburukannya, hendaknya ia bersiap-siap ke neraka. (Bahrud Dumuu' hal 57)
Abdullah bin Dawud rahimahullah berkata :
"Kaum salaf, apabila diantara mereka ada yang sudah berumur 40 tahun, ia mulai melipat kasur, yakni tidak akan tidur lagi sepanjang malam, selalu melakukan shalat, bertasbih dan beristighfar. Lalu mengejar segala ketertinggalan pada usia sebelumnya dengan amal-amal di hari sesudahnya". (Ihya Ulumiddin IV/410).
Sebab itu wahai saudaraku, bila usiamu telah mencapai 40 tahun hendaknya engkau mulai sibuk dengan amal shalih, sebab waktumu sudah tak lama lagi dunia,
Ingatlah bahwa usia ummat Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam rata2 sangat singkat hanya antara 60-70 thn.
Sebagaimana Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam telah bersabda:
أَعْمَارُ أُمَّتِـي مَا بَيْنَ السِّتِّيْنَ إِلَى السَّبْعِيْنَ وَأَقَلُّهُمْ مَنْ يَجُوزُ ذَلِكَ
“Umur-umur umatku antara 60 hingga 70 tahun, dan sedikit orang yg bisa melampui umur tersebut” (HR. Ibnu Majah: 4236, Syaikh Al Albani mengatakan: hasan shahih).
Maka dengan waktu yang tersisa sangat sedikit ini lantas masihkah kita santai-santai, foya-foya, dan lalai ??
✍ Habibie Quotes, 27/10/2018
Ig -
[24/9 08.59] 𝕰𝖓𝖉𝖗𝖆 𝕶𝖚𝖒𝖆𝖗𝖎 ☝: *MUNAJATQU*
Kamis, 24 September 2026 / 13 Rabi'ul Akhir 1448 H
بسم الله الرحمن الرحيم
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
*Ya ALLAH*
Dipagi yg indah ini hamba bersujud & bermohon kpd MU,
Semoga Engkau ampuni dosa kesalahan kami, dosa & kesalahan ibu bapak kami, seluruh keluarga kami, anak-anak kami, saudara-saudara kami & sahabat-sahabat kami.
*Ya Allah,*
Aku berlindung kepada-Mu dari segala macam bentuk FITNAH, baik yang nampak maupun yang tidak nampak.
*Ya Allah*
Panjangkan umur kami, mudahkanlah kami menyelesaikan dari segala urusan, murahkanlah rezki kami. Karuniakan kepada kami keselamatan & *KESEHATAN* yg baik. Tunjukanlah kepada kami jalan yg benar, Jalan yg Engkau Ridhoi, Berkahilah kehidupan kami di dunia dan di akhirat nanti, & masukkanlah kami ke dalam syurga Mu kelak.
*Ya Allah*
Tuntunlah lisanku agar selalu berkata baik, tuntunlah hatiku agar senantiasa berprasangka baik, tuntunlah akal serta pikiranku agar senantiasa berfikir jernih.
*Ya Allah*
Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tiada Ilah (yang berhak disembah) kecuali Engkau.
ﺁﻣِﻴْﻦُ ﻳَﺎ ﺭَﺏَّ ﺍﻟْﻌَﺎﻟَﻤِﻴْﻦ
Barakallahu fiikum 🤲
Komentar
Posting Komentar