Postingan Hari Ini 29 Mei'25
[29/5 06.10] EndraKumari: 𝗛𝗶𝗸𝗺𝗮𝗵 𝗣𝗮𝗴𝗶
Satu waktu kuda kesayangan milik Rabi' bin Khutsaim dicuri, sontak orang-orang yang berada di majlisnya berkata, "Berdoalah, agar Allah menimpakan keburukan kepadanya."
Beliau menjawab, "Tidak, justru aku akan berdoa, 'Ya Allah jika ia kaya, buatlah ia insaf dan jika ia miskin, buatlah ia menjadi kaya.'"
=======
سُرِقَ لِلرَّبِيعِ فَرَسٌ فَقَالَ أَهْلُ مَجْلِسِهِ: ادْعُ اللَّهَ عز وجل عَلَيْهِ فَقَالَ: بَلْ أَدْعُو اللَّهَ عز وجل لَهُ: «اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ غَنِيًّا فَأَقْبِلْ بِقَلْبِهِ وَإِنْ كَانَ فَقِيرًا فَأَغْنِهِ» (الزهد لأحمد بن حنبل ٢٦٨)
[29/5 06.10] EndraKumari: *•~~◎❅◎-﷽-◎❅◎~~═•*
Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh
┏━━━━━━━━━━━━━━┓
*F A E D A H P A G I*
┗━━━━━━━━━━━━━━┛
•✽• •✽• •✽• •✽• •✽• •✽•
Renungan :
👏🛡️🙏
*KEBAHAGIAAN*
*KEBAHAGIAAN* itu mirip seperti *Oksigen*
Ketersediaannya di *bumi* ini sangat _berlimpah_, bahkan selalu *TERSEDIA*.
Apabila seseorang mengalami _kesulitan_ menghirup *OKSIGEN*, pasti bukan karena _oksigennya_ sudah *LANGKA*,
melainkan karena telah terjadinya *GANGGUAN* di dalam _sistem_ *pernapasannya*.
Demikian pula, jika kita _kesulitan_ untuk *BERBAHAGIA*,
pasti bukan karena _persediaan_ *kebahagiaan* sudah *LANGKA*, tapi karena telah terjadinya *GANGGUAN* didalam _pribadi_ atau _batin_ kita.
Langkah *Pertama* untuk menikmati *KEBAHAGIAAN*
adalah, *belajar* mencukupkan diri dalam segala _keadaan_ & _berhenti_ *membanding"kan* diri sendiri dengan orang lain
Orang yang selalu *BERSYUKUR* adalah orang yang bisa *menikmati* _keindahan dunia_ dan arti *KEBAHAGIAAN* hidup
*SYUKURI* yang telah _dimiliki_ jangan malah *membandingkan* dengan apa yang tidak kita *MILIKI*, agar *KEBAHAGIAAN* selalu _mengisi kehidupan_ kita.
Sesuatu akan tampak *INDAH* karena _belum_ kita *MILIKI*, setelah kita *dapatkan*, serasa _biasa_ saja
Kapankah *KEBAHAGIAAN* akan di dapatkan?
Selama kita hanya selalu _memikirkan_ apa yang belum *ADA*, tapi _mengabaikan_ apa yang sudah kita *MILIKI*, pasti *KEBAHAGIAAN* tidak pernah kita _dapatkan_
Selama kita dapat *MENERIMA* serta selalu *PUAS* akan _hasil_ yang telah kita dapatkan, *KEBAHAGIAAN* pasti ada di sekeliling kita
*SELAMAT BERAKTIFITAS* 🛡️
_Semoga kita selalu dalam keadaan Bahagia, sehat , istiqomah dan bersyukur ._
_Aamiin yaa Robbal ' alamiin_🙏🛡️👏
_____________________
[29/5 06.10] EndraKumari: 🌸 بسم الله........
-💔🥀
💐Masihkah Kita Lalai??
Setiap waktu yang kita lalui sesungguhnya kita berjalan menuju ajal dalam setiap detiknya.
Lihatlah bukankah setiap perputaran jarum jam pada porosnya sejatinya adalah umur kita kian menua ?
Tidakkah hari-hari kalender yang kita sobek, pekan, bulan yang terlewat dan pergantian tahun sebenarnya hanya mengantar kita semakin dekat ke liang lahat ?
Lantas masihkah kita lalai menyiapkan bekalnya ?
Ingatlah, bahwa kematian bergerak terus tak mengenal waktu siang-malam, pagi-sore,
Ia datang di lautan dan di daratan, ia menemui tua-muda, pria-wanita, siapa saja.
Ia terus bergerak secara konsisten kepada kita dengan kecepatan 60 detik/menit tanpa pernah berhenti untuk beristirahat.
Dan demikian, pasti akan tiba saatnya, kematian akan datang menemui kita.
Semoga menjadi renungan kita semua dan semoga Allah ta'ala mengampuni dosa-dosa kita serta memberikan akhir kehidupan kita Husnul Khatimah
[29/5 06.10] EndraKumari: *#SapaDuha*
IBARAT SEBUAH KAPAL
Pilih mana, diam atau BERGERAK?
Kapal bukan dibuat untuk diam di pelabuhan. Dia memang akan aman bila berada disana, tapi bukan untuk itu Kapal diciptakan.
Kapal diciptakan untuk berlayar di lautan luas. Kapal harus menanggung beban yang sesuai kapasitasnya, dan ditengah perjalanan nanti, pasti akan ada ombak yang menerjang, karang yang menabrak, dan badai yang menyerang.
Akan ada kemungkinan kapal ini karam, terbalik di tengah laut, atau SAMPAI pada TUJUAN. Terlihat berat, tapi bukankah memang itu tujuan kapal diciptakan?
Seperti itu juga kita.
Manusia, diciptakan bukan untuk diam, tapi untuk “bergerak” “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat:
“Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi…” (QS. Al-Baqarah: 30)
Manusia diciptakan untuk menjadi khalifah di muka bumi ini akan ada banyak rintangan dalam menjalaninya. Tapi, semua itu pasti sesuai kapasitas kita, tak akan pernah melebihi kemampuan kita.
Kalaupun terasa berat, mungkin Allah sedang merencanakan kenaikan “tingkat” bagi kita. Tak ada yang berlebihan, Allah Maha Mengetahui
Selamat menjalankan aktivitas. Semoga diberikan kemudahan dan kelancaran dalam setiap urusan. Aamiin
_Mari sebarkan pesan ini, semoga lebih bermanfaat._
Komentar
Posting Komentar