Postinganku Hari Ini

Inspirasi Pagi :


Jika hari ini kau masih punya tempat untuk pulang, Bersyukurlah.


Karena diluar sana ada yang beristirahat, bahkan ditempat yang bukan miliknya.


Tetap Semangat

--------

HJS

[14/12 05.57] endarkumari: *📕🌹﷽📕🌹*


`"Manis Karena Butuh, Bukan Karena Tulus"`


```Ada orang yang sebenarnya dia tidak menyukai kita, tapi karena dia perlu bantuan kita maka dia pura-pura baik dengan kita.```


`"Bersikap Baik Jangan Sampai Mengorbankan Diri Sendiri,`

`Membantu Jangan Sampai Memanfaatkan,`

`Dan Percaya Jangan Sampai Buta"`


🌹🍃🌹🍃🌹🍃


(Semangat untuk selalu berbuat yg baik, agar kita menjadi orang yg baik)


اَللَّهُم َّصَلِّ وَ سَلِّم عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ 

وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّد


Allahumma sholli wa sallim 'alaa sayyidina Muhammad 

wa 'alaa aali sayyidina Muhammad.


_______________🌹🍃🌹🍃🌹🍃

[14/12 05.57] endarkumari: *SABAR TANPA PAMER, IKHLAS TANPA PAMRIH*


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah mengajarkan kita makna sabar dan ikhlas. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ yang menjadi teladan akhlak yang sempurna.


1. Sabar Tanpa Pamer


Sabar bukan sekadar menahan diri, tetapi menahan hati dari keluh kesah, terutama di depan manusia. Karena ada sebagian orang, sabar tapi sambil update status:


> “Sabar itu berat, tapi aku kuat.”

Padahal sabar yang hakiki tidak diumumkan, tetapi disimpan antara hamba dan Tuhannya.


Allah berfirman:


﴿ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ ﴾

Innamā yuwaffaṣ-ṣābirūna ajrahum bighayri hisāb

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang sabar akan diberi pahala tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10)


Sabar itu bukan drama, tapi keikhlasan menjalani takdir Allah tanpa menuntut dilihat orang.


2. Ikhlas Tanpa Pamrih


Ikhlas itu melakukan sesuatu karena Allah saja, bukan karena ingin dipuji atau dibalas. Jika kita berbuat baik lalu berharap ucapan terima kasih, itu masih transaksi.

Ikhlas itu memberi, lalu melupakan.


Rasulullah ﷺ bersabda:


إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

Innamal a'mālu binniyyāt

Artinya: “Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari & Muslim)


Kalau niatnya Allah → lega

Kalau niatnya manusia → mudah kecewa


Contoh Nyata Dalam Kehidupan


Di Masyarakat


Ada orang membantu pembangunan masjid.

Kalau ikhlas, dia tidak perlu pasang nama di papan donatur besar-besar.

Dia bilang: “Biar Allah saja yang tahu.”

Itu ikhlas tanpa pamrih.


Saat menjadi panitia acara, bekerja keras, tapi tidak marah walaupun nama kita tidak disebut saat ucapan terima kasih.

Itu sabar tanpa pamer.


Di Rumah Tangga


Ibu memasak setiap hari tanpa menuntut ucapan terima kasih.

Itu ikhlas.


Suami bekerja keras, tidak mengeluh, tidak membandingkan dengan orang lain.

Itu sabar.


Kadang pasangan tidak mengerti perjuangan kita, tapi kita tetap berbuat baik.

Itu ikhlas


Wallahu a'lam 

Semoga bermanfaat

[14/12 05.59] endarkumari: ٱلسـلام عليكم ورحمة ٱلله وبركاته


*Semangat Pagi*


Hidup ini bagaikan mawar

Di dalamnya ada keindahan yang membuatmu bahagia, dan ada duri yang kadang membuatmu terluka.


Yakinilah….

Apa yang telah ditakdirkan untukmu pasti akan kau raih walaupun engkau lemah.

Dan apa yang ditakdirkan untuk selainmu, maka kau takkan bisa meraihnya dengan segala kekuatanmu”


Tak ada yang sempurna selain Allah.

Jadi.. berhentilah menuntut kesempurnaan dari orang lain.


Tak usah bersedih bila kebaikanmu tidak dihargai.

Karena bila penduduk bumi tidak menghargaimu, maka ada Allah yang akan memberkatimu.


Semua akan berkurang bila kau bagi dengan orang lain, kecuali kebahagiaan.

Ia akan bertambah saat kau mau membaginya dengan orang lain.


____


@faqirotul_ilmy

[14/12 05.59] endarkumari: *RENUNGAN PAGI*


 وَمَا تَدۡرِي نَفۡسٞ مَّاذَا تَكۡسِبُ غَدٗاۖ وَمَا تَدۡرِي نَفۡسُۢ بِأَيِّ أَرۡضٖ تَمُوتُۚ 


*Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannnya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. (QS. Lukman : 34)*


Seorang ikhwan bertanya, "Ust, Jika seperempat jam lagi Antum berpulang ke Alam Barzah (meninggal), apa yang akan Antum lakukan sekarang ?!" 


Sebelum menjawab soal itu, sejenak aku terdiam. 

Bila aku tahu 1/4 jam ke depan tubuhku ini berubah status menjadi jasad yang kaku dan aku telah menjadi MAYAT, kemudian KAFAN menjadi satu satunya pakaian terbaik yang akan menutupi jasadku, tentulah sekarang ini tidak kusibukkan diri kecuali larut dalam dzikir, istighfar, doa dan membaca ayat-ayat Al-Qur'an, kemudian bersedekah dengan harta yang tersimpan. Tak lupa untuk berwasiat yang baik kepada kelauarga yang akan aku tinggalkan.


Kutarik nafas dalam, cukup dalam... andai aku tahu..., sayangnya kematian datang tanpa kenal kompromi, tanpa mau tahu keadaan saya siap atau tidak, dan tanpa pernah mau melihat sedang apa saya saat itu... sedang taatkah atau justru sedang lalai. 


Tiba-tiba saja bulu kudukku merinding, takut kalau-kalau kematian datang di saat hatiku ini sedang lalai dari berdzikir kepada-Nya...


"Ya Allah jangan Engkau matikan Hamba dan juga saudara hamba yang membaca pesan ini kemudian mensharenya kecuali dalam ibadah dan dalam ketaatan kepada-Mu"


قُل لَّآ أَمۡلِكُ لِنَفۡسِي ضَرّٗا وَلَا نَفۡعًا إِلَّا مَا شَآءَ ٱللَّهُۗ لِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌۚ إِذَا جَآءَ أَجَلُهُمۡ فَلَا يَسۡتَـٔۡخِرُونَ سَاعَةٗ وَلَا يَسۡتَقۡدِمُونَ


Katakanlah (Muhammad), “Aku tidak kuasa menolak mudarat maupun mendatangkan manfaat kepada diriku, kecuali apa yang Allah kehendaki.” Bagi setiap umat mem8.Megi dan punyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun.

 (QS. Yunus : 49)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Sahabat Nabi SAW

Inspirasi Pagi