Postinganku Hari Ini

 [16/2 06.01] ๐•ฐ๐–“๐–‰๐–—๐–† ๐•ถ๐–š๐–’๐–†๐–—๐–Ž ☝: ๐Ÿ•Š️

*ุฎُุฐْ ู…ِู†ْ ุฃَู…ْูˆَุงู„ِู‡ِู…ْ ุตَุฏَู‚َุฉً ุชُุทَู‡ِّุฑُู‡ُู…ْ ูˆَุชُุฒَูƒِّูŠู‡ِู…ْ ุจِู‡َุง ูˆَุตَู„ِّ ุนَู„َูŠْู‡ِู…ْ*


_"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka." (QS. At-Taubah: 103)_

[16/2 06.18] ๐•ฐ๐–“๐–‰๐–—๐–† ๐•ถ๐–š๐–’๐–†๐–—๐–Ž ☝: *๐ŸŒŸ Secercah ๐ŸŒŸ*


*_"Sebanyak apapun amal sholeh jika masih berbuat kesyirikan maka pahalanya akan berguguran."_*


๐Ÿƒ Saudaraku, karena dosa syirik tak terampuni, maka bersegeralah bertaubat sebelum ajal menjerat ๐Ÿƒ

[16/2 06.18] ๐•ฐ๐–“๐–‰๐–—๐–† ๐•ถ๐–š๐–’๐–†๐–—๐–Ž ☝: SEMAKIN BERTAMBAH USIA

----------------------------------------


๐Ÿ“ŒSemakin bertambah usia, semakin lemah tangan menggenggam.. kerana Allah sedang mendidik kita agar melepaskan cinta Dunia. (Qs.Hud:15-16)


๐Ÿ“ŒSemakin bertambah usia, semakin kabur Matanya... Kerana Allah sedang mencerahkan mata hati untuk melihat Akhirat. (Qs. al-Isra:72)


๐Ÿ“ŒSemakin bertambah usia, semakin Sensitif.... kerana Allah sedang mengajar.. bahwa pautan hati dengan makhluk sentiasa menghampakan. Namun hati yang berpaut kepada Allah, tiada pernah mengecewakan. (Qs. Lukman :22)


๐Ÿ“ŒSemakin bertambah usia, semakin gugur gigi-giginya....kerana Allah sedang mengingatkan bahwa suatu hari kita akan gugur kedalam Tanah selamanya. ( Qs. Ali Imran:145)


๐Ÿ“ŒSemakin bertambah usia, semakin ditarik Nikmat kekuatan Tulang & Sendi....kerana Allah sedang mengingatkan bahwa tak lama lagi nyawanya akan di ambil... (Qs. an-Nisa:78)


๐Ÿ“ŒSemakin bertambah usia, semakin Rambut putih....kerana Allah sedang ingatkan kain kafan yang Putih. (Qs. Ali Imran:185)


๐Ÿ“ŒBegitu juga Hati... Semakin bertambah usia, semakin sepi dan ingin bersendirian... kerana Allah sedang mendidik kita untuk melepaskan cinta manusia dan dunia... (Qs. al-An'am:32)

[16/2 06.18] ๐•ฐ๐–“๐–‰๐–—๐–† ๐•ถ๐–š๐–’๐–†๐–—๐–Ž ☝: ๐Ÿ’ซ✨๐Ÿ’ฅ๐Ÿค *"Bissmillahirrahmmanirrahimm"*


*"๐‘ฒ๐‘ฌ๐‘ป๐‘ฐ๐‘ฒ๐‘จ ๐‘ฒ๐‘ฌ๐‘ท๐‘ฌ๐‘ต๐‘ป๐‘ฐ๐‘ต๐‘ฎ๐‘จ๐‘ต ๐‘ผ๐‘บ๐‘จ๐‘ฐ, ๐‘น๐‘จ๐‘บ๐‘จ๐‘ท๐‘ผ๐‘ต ๐‘ฉ๐‘ฌ๐‘น๐‘ฎ๐‘จ๐‘ต๐‘ป๐‘ฐ"*


*Tidak semua yang datang membawa makna.*

*Sebagian datang seperti badai yang berpura-pura menjadi angin sepoi.* *Membawa tujuan yang disamarkan sebagai kehangatan.*


*Semula segalanya tampak begitu sederhana.* 

*Sapaan datang seakurat detak jam.* 

*Perhatian melimpah seperti hujan yang tak pernah jeda.* 

*Kata-kata manis berbaris rapi.*

*Seolah dipetik langsung dari taman ketulusan.* 

*Hingga keyakinan tumbuh setinggi langit tanpa satupun awan curiga.*


*Wajah hangat mendekat bagai matahari pagi.* 

*Kebersamaan ditawarkan seperti rumah abadi.* 

*Cerita dibagi seakan dunia berhenti mendengar yang lain.* 

*Kehadiran diperlakukan seolah satu-satunya yang tersisa di antara miliaran kemungkinan.*


*Tak terlihat apapun selain rasa diterima sepenuh dada.* 

*Padahal di balik senyum yang tampak suci ada hitung-hitungan yang bekerja setajam pisau di balik punggung.*

*Kepercayaanpun jatuh seluruhnya.* 

*Karena manusia selalu ingin percaya*

*pada kebaikan yang datang tanpa diminta.*

*Meski sering kali kebaikan itu berisik oleh niat tersembunyi.*

*Ruang dibuka selebar samudra.* 

*Waktu diserahkan seperti tak terbatas.* 

*Hati diberikan hingga nyaris habis.* 

*Tanpa sempat bertanya untuk tujuan apa semua ini bermula.*


*Hingga suatu hari, kepentingan selesai menjalankan lakonnya.*

*Yang dicari telah digenggam atau dinilai tak lagi memberi untung.*

*Dan seketika itu pula, segala yang hangat runtuh bersamaan.*

*Nada suara berubah seperti bumi retak.* 

*Jarak tumbuh setajam jurang.* 

*Perhatian menyusut seperti matahari yang padam sebelum senja sempat pamit.*


*Yang dulu manis berubah asin seketika, bahkan pahitnya mampu membuat dada sesak.* 

*Seolah lautan tumpah di ujung lidah*

*dan tak kunjung surut.*

*Sapaan mengecil menjadi serpihan.* 

*Kepedulian terasa dipaksakan seperti sandiwara usang.*

*Dan keasingan berdiri megah di tengah hubungan yang dulu terasa paling akrab di dunia.*


*Di sanalah kebenaran terbuka dan tak terbantahkan.* 

*Yang bertahan karena kepentingan tak pernah berniat menetap sedetikpun.*

*Hanya singgah, memakai topeng rasa setebal gunung lalu pergi tanpa menoleh seolah tak pernah ada yang ditinggalkan.*


*Namun dari reruntuhan itu, hati tidak dipaksa membenci.*

*Ia justru tumbuh lebih tinggi.* 

*Lebih tajam membaca niat.* 

*Lebih kuat menjaga diri.*

*Sebab yang tulus tak berubah meski dunia tak lagi memberi untung.* 

*Dan yang pergi saat manfaat usai tak pernah datang karena cinta tapi karena perlu.*


*Ini bukan kehancuran, tapi kesempatan untuk mulai lagi dengan lebih bijak.* 

*Memilih rasa yang benar-benar tinggal meski kepentingan telah lama mati.*๐Ÿ’ซ✨๐Ÿ’ฅ๐Ÿค


๐Ÿ•Š️

๐Ÿฆš___________////๐Ÿ’ฆ

_____________๐Ÿชท

๐ŸŒน*#RomantikaPagiKu.*✍๐Ÿป๐Ÿซฑ๐Ÿป‍๐Ÿซฒ๐Ÿป๐ŸŒพ๐Ÿชท๐ŸŒป๐ŸŒน๐Ÿฆš


*Assallamu'allaikum Warrahmmatullahi Wabarrakatuh Salam Santun Dan Hormat Quch Mohon Maaf Lahir Dan Batin Terima Kasih Barakallah*๐Ÿคฒ๐Ÿป๐Ÿฅฐ๐ŸŒˆ๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ”ฑ๐ŸŒ๐ŸŒช️๐Ÿ’ฆ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Sahabat Nabi SAW

Renungan bakda ashar