Postinganku Hari Ini

 ๐—๐—ถ๐—ธ๐—ฎ ๐—”๐—ฑ๐—ฎ ๐— ๐—ฎ๐—ป๐˜‚๐˜€๐—ถ๐—ฎ ๐—•๐—ฒ๐—ฟ๐—ท๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—ป ๐—ง๐—ฎ๐—ป๐—ฝ๐—ฎ ๐—ž๐—ฒ๐—ฝ๐—ฎ๐—น๐—ฎ, ๐—ฃ๐—ฎ๐˜€๐˜๐—ถ ๐—ž๐—ฎ๐—บ๐˜‚ ๐—”๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ž๐—ฎ๐—ฏ๐˜‚๐—ฟ ๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐˜‚ ๐—ž๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฅ๐—ฎ๐—ฑ๐—ถ๐—ธ๐—ฎ๐—น ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ง๐—ฒ๐—ฟ๐—ผ๐—ฟ๐—ถ๐˜€, ๐—ฌ๐—ฎ ๐—ž๐—ฎ๐—ป..?


Pernahkah kita membayangkan ada seorang manusia berjalan tanpa kepala?

Tentu mustahil. Manusia tanpa kepala bukan lagi manusia, melainkan sosok menakutkan yang membuat siapa pun lari terbirit-birit. Bahkan, mungkin kita akan segera melabelinya dengan sebutan menakutkan: “hantu”, “radikal”, atau bahkan “teroris”.


Namun, sadarkah kita bahwa umat tanpa kepala (kepemimpinan) juga tak kalah menakutkan? Umat yang kehilangan arahan, kehilangan pengatur, dan kehilangan komando, akan berjalan terseret ke kanan dan ke kiri, kehilangan arah tujuan. Inilah potret umat hari ini.


Allah ๏ทป berfirman:

     “๐——๐—ฎ๐—ป ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฝ๐—ฒ๐—ด๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—น๐—ฎ๐—ต ๐—ธ๐—ฎ๐—บ๐˜‚ ๐˜€๐—ฒ๐—บ๐˜‚๐—ฎ๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐—ธ๐—ฒ๐—ฝ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ ๐˜๐—ฎ๐—น๐—ถ (๐—ฎ๐—ด๐—ฎ๐—บ๐—ฎ) ๐—”๐—น๐—น๐—ฎ๐—ต, ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ท๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป๐—น๐—ฎ๐—ต ๐—ธ๐—ฎ๐—บ๐˜‚ ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฐ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐—ถ-๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐—ถ...” (QS. Ali Imran: 103)


Rasulullah ๏ทบ juga bersabda:

     “๐—”๐—ฝ๐—ฎ๐—ฏ๐—ถ๐—น๐—ฎ ๐˜๐—ถ๐—ด๐—ฎ ๐—ผ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ธ๐—ฒ๐—น๐˜‚๐—ฎ๐—ฟ ๐—ฑ๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—บ ๐˜€๐˜‚๐—ฎ๐˜๐˜‚ ๐—ฝ๐—ฒ๐—ฟ๐—ท๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—ป๐—ฎ๐—ป, ๐—ต๐—ฒ๐—ป๐—ฑ๐—ฎ๐—ธ๐—น๐—ฎ๐—ต ๐—บ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฒ๐—ธ๐—ฎ ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ธ๐—ฎ๐˜ ๐˜€๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—ต ๐˜€๐—ฎ๐˜๐˜‚ ๐—ฑ๐—ถ ๐—ฎ๐—ป๐˜๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ ๐—บ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฒ๐—ธ๐—ฎ ๐˜€๐—ฒ๐—ฏ๐—ฎ๐—ด๐—ฎ๐—ถ ๐—ฝ๐—ฒ๐—บ๐—ถ๐—บ๐—ฝ๐—ถ๐—ป.” (HR. Abu Dawud)


Jika dalam perjalanan kecil saja Islam mewajibkan ada pemimpin, bagaimana mungkin dalam perjalanan besar kehidupan umat ini kita rela berjalan tanpa kepala?


Lucunya, ketika ada sebagian yang mengingatkan pentingnya kembali punya “kepala” —yakni kepemimpinan yang menegakkan hukum Allah— justru mereka sering dicap “radikal” atau bahkan “teroris”. Padahal, mereka hanya ingin mengingatkan agar umat jangan hidup seperti mayat berjalan: ada jasad tapi tak punya arah.


๐—•๐—ฎ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ธ๐—ฎ๐—ป..!?.. bagaimana mungkin umat Islam yang jumlahnya miliaran bisa selamat kalau hidup tanpa kepala yang menyatukan? Bagaimana mungkin hukum Allah bisa terjaga, kalau umat lebih suka membiarkan tubuhnya berjalan tanpa kendali, lalu malah menertawakan orang yang bicara tentang kepemimpinan sejati?


๐—ž๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐˜‚ ๐—”๐—ฑ๐—ฎ ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐— ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ต๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ถ ๐—ž๐—ฒ๐—ฝ๐—ฎ๐—น๐—ฎ ๐——๐—ถ๐—ฝ๐—ฎ๐˜€๐—ฎ๐—ป๐—ด?

๐—ฆ๐—ฒ๐—ธ๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—บ๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐—ธ๐—ถ๐˜๐—ฎ ๐—ฏ๐—ฎ๐—น๐—ถ๐—ธ ๐—ฝ๐—ฒ๐—ฟ๐˜๐—ฎ๐—ป๐˜†๐—ฎ๐—ฎ๐—ป๐—ป๐˜†๐—ฎ.


Kalau manusia tanpa kepala itu menakutkan, lalu ada yang ingin menolongnya agar kepalanya kembali dipasang supaya ia bisa hidup normal… kemudian datang kelompok lain yang justru menghalangi kepala itu dipasang bukankah ini jauh lebih berbahaya?


Mereka menuduh aneh-aneh, menakut-nakuti umat, dan melabeli saudara mereka yang hanya ingin mengingatkan pentingnya “kepala”. Pertanyaannya:


๐Ÿ‘‰ ๐—ฆ๐—ถ๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐˜€๐—ฒ๐—ฏ๐—ฒ๐—ป๐—ฎ๐—ฟ๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐—ฟ๐—ฎ๐—ฑ๐—ถ๐—ธ๐—ฎ๐—น ๐—ถ๐˜๐˜‚?❓


Apakah mereka yang ingin manusia (umat) hidup normal dengan kepala, atau mereka yang justru memaksa umat berjalan tanpa kepala sepanjang masa?❓


Kalau dipikir jernih, yang lebih ekstrem justru adalah kelompok yang menolak adanya kepemimpinan Islam. Sebab mereka membiarkan umat hidup seperti mayat berjalan, terseret arus modernitas tanpa kendali, seolah-olah itu hal biasa.


Maka, sungguh aneh jika umat Islam sendiri masih tega menghalangi terpasangnya “kepala” itu, padahal tanpa kepemimpinan, tubuh umat ini tak akan pernah benar-benar hidup.


๐ŸŒฑ ๐—ฆ๐—ฒ๐—ฟ๐˜‚๐—ฎ๐—ป ๐—›๐—ฎ๐˜๐—ถ


Awalnya mungkin kita mati rasa, terbiasa hidup tanpa kepala. Tapi sekarang saatnya kita beranjak sedikit lebih cerdas dan berani memperjuangkan agar umat ini kembali utuh. Kan percuma saja kalau kita saat ini mungkin ada yang memiliki jabatan tinggi, sekolah tinggi karir dan ekonominya bagus masak iya Kepalanya tak ada , agak lain kan.


Mari kita tanamkan dalam sanubari: manusia yang normal itu adalah ketika kepala dan jasadnya utuh.


Begitu pula umat tak akan pernah normal jika tubuhnya dibiarkan berjalan tanpa kepala.apa jaminan kita sebagai umat hidup bisa selamat.


Rasulullah ๏ทบ bersabda:

      “Barangsiapa melepaskan tangan dari ketaatan (kepada khalifah/imam) maka ia akan berjumpa dengan Allah pada hari kiamat dalam keadaan tidak memiliki hujjah. Dan ๐—ฏ๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐˜€๐—ถ๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ ๐—บ๐—ฎ๐˜๐—ถ ๐˜€๐—ฒ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฑ๐—ถ ๐—น๐—ฒ๐—ต๐—ฒ๐—ฟ๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐˜๐—ถ๐—ฑ๐—ฎ๐—ธ ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ ๐—ฏ๐—ฎ๐—ถ๐—ฎ๐˜ (๐—ธ๐—ฒ๐—ฝ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ ๐—ธ๐—ต๐—ฎ๐—น๐—ถ๐—ณ๐—ฎ๐—ต), ๐—บ๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ ๐—ถ๐—ฎ ๐—บ๐—ฎ๐˜๐—ถ ๐—ฑ๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—บ ๐—ธ๐—ฒ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฎ๐—ป ๐—ท๐—ฎ๐—ต๐—ถ๐—น๐—ถ๐˜†๐—ฎ๐—ต.”

(HR. Muslim no. 1851).


๐Ÿ‘‰๐—ฅ๐—ฒ๐˜€๐—ถ๐—ธ๐—ผ ๐—ธ๐—ฒ๐—ธ๐—ฎ๐—ณ๐—ถ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป ๐˜‚๐—บ๐—ฎ๐˜ ๐—œ๐˜€๐—น๐—ฎ๐—บ ๐—ฑ๐—ถ๐—ฏ๐—ฎ๐˜„๐—ฎ๐—ต ๐˜€๐—ถ๐˜€๐˜๐—ฒ๐—บ  ๐—ฑ๐—ฒ๐—บ๐—ผ๐—ธ๐—ฟ๐—ฎ๐˜€๐—ถ ๐—ฏ๐˜‚๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ป ๐—บ๐—ฎ๐—ป๐˜‚๐˜€๐—ถ๐—ฎ.


Allah ๏ทป berfirman:

     “๐—•๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐˜€๐—ถ๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ ๐˜๐—ถ๐—ฑ๐—ฎ๐—ธ ๐—บ๐—ฒ๐—บ๐˜‚๐˜๐˜‚๐˜€๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐˜‚๐—ฟ๐˜‚๐˜ ๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฑ๐—ถ๐˜๐˜‚๐—ฟ๐˜‚๐—ป๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—”๐—น๐—น๐—ฎ๐—ต, ๐—บ๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ ๐—บ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฒ๐—ธ๐—ฎ ๐—ถ๐˜๐˜‚๐—น๐—ฎ๐—ต ๐—ผ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด-๐—ผ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ธ๐—ฎ๐—ณ๐—ถ๐—ฟ.” 

(QS. Al-Mฤidah: 44).


๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

=====================================

#SadarlahUmat 

#JanganHidupTanpaKepala

#AkhirnyaDikepalaiOlehSetan

#KepemimpinanIslam 

#BangkitDenganIslam 

#UmatBersatu

#tinggalDemokrasi

#KembaliKeIslamKaffah

#KhilafahSolusiTuntas

#AmanahCitaCitaLuhurBangsa

#saatnyaRevolusi

#TNIBersamaRakyat


๐Ÿ“ข๐— ๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐˜€๐—ฒ๐—ฏ๐—ฎ๐—ฟ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ธ๐—ฒ๐˜€๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป ๐—ถ๐—ป๐—ถ. ๐—๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐—ฏ๐—ถ๐—ฎ๐—ฟ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐˜‚๐—บ๐—ฎ๐˜ ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐—ฏ๐—ถ๐—ฎ๐˜€๐—ฎ ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ท๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—ป ๐˜๐—ฎ๐—ป๐—ฝ๐—ฎ ๐—ธ๐—ฒ๐—ฝ๐—ฎ๐—น๐—ฎ.

๐—•๐—ฎ๐—ด๐—ถ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐˜๐˜‚๐—น๐—ถ๐˜€๐—ฎ๐—ป ๐—ถ๐—ป๐—ถ ๐—ฎ๐—ด๐—ฎ๐—ฟ ๐—น๐—ฒ๐—ฏ๐—ถ๐—ต ๐—ฏ๐—ฎ๐—ป๐˜†๐—ฎ๐—ธ ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐˜€๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฟ: ๐˜‚๐—บ๐—ฎ๐˜ ๐—ต๐—ฎ๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ต๐—ถ๐—ฑ๐˜‚๐—ฝ ๐—ป๐—ผ๐—ฟ๐—บ๐—ฎ๐—น ๐—ธ๐—ฒ๐˜๐—ถ๐—ธ๐—ฎ ๐—ท๐—ฎ๐˜€๐—ฎ๐—ฑ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ธ๐—ฒ๐—ฝ๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐—ธ๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ฎ๐—น๐—ถ ๐˜‚๐˜๐˜‚๐—ต.

[4/9 06.44] ๐•ฐ๐–“๐–‰๐–—๐–† ๐•ถ๐–š๐–’๐–†๐–—๐–Ž: *﷽*

๐Ÿ’ซ๐ŸŒŸ✨`


*๐Ÿ’ซ๐ŸŒŸ✨﷽━━━━━━━━┓*

 *๐ŸŒŸSUNGGUH ILMU ALLAH* 

  *TIADA BATAS ๐ŸŒŸ*

*┗━━━━━━━━━﷽✨๐ŸŒŸ*



๐Ÿ’ซ๐Ÿ’ซ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐Ÿ’ซ๐Ÿ’ซ

`Ungkapan "Sungguh ilmu Allah tiada batas" merupakan pernyataan yang sangat mendalam dalam agama Islam, yang berarti bahwa pengetahuan Allah SWT tidak terbatas, meliputi segala sesuatu, dan tidak ada yang luput dari pengetahuan-Nya.`    




Q.S. Al-Kahfi  ayat 109


{ู‚ُู„ْ ู„َูˆْ ูƒَุงู†َ ุงู„ْุจَุญْุฑُ ู…ِุฏَุงุฏًุง ู„ِูƒَู„ِู…َุงุชِ ุฑَุจِّูŠ ู„َู†َูِุฏَ ุงู„ْุจَุญْุฑُ ู‚َุจْู„َ ุฃَู†ْ ุชَู†ْูَุฏَ ูƒَู„ِู…َุงุชُ ุฑَุจِّูŠ ูˆَู„َูˆْ ุฌِุฆْู†َุง ุจِู…ِุซْู„ِู‡ِ ู…َุฏَุฏًุง (109) }

```

๐Ÿ’ซ✨Katakanlah, 

“Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula).”




๐Ÿ’ซ✨Allah Subhanahu Wa Ta 'alaa  memberitahukan kepada Nabi-Nya, hendaknyalah dia mengatakan kepada manusia bahwa seandainya laut dijadikan sebagai tinta bagi pena yang mencatat dengan semua kalimat Allah, hikmah-hikmah-Nya serta ayat-ayat (tanda-tanda) yang menunjukkan akan kekuasaan-Nya, tentulah laut itu akan habis sebelum penulisannya selesai.

```

{ูˆَู„َูˆْ ุฌِุฆْู†َุง ุจِู…ِุซْู„ِู‡ِ}

```

meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula). 

(Q.S Al-Kahfi: 109)



Yakni tinta yang sebanyak lautan itu, kemudian ditambahkan lagi hal yang semisal; dan seterusnya demikian, lautan tinta demi lautan tinta, tentulah kalimat-kalimat Allah tidak ada kunjung habisnya. 



๐Ÿ’ซ✨Perihalnya sama dengan apa yang disebutkan di dalam ayat lain melalui firman-Nya:```


{ูˆَู„َูˆْ ุฃَู†َّู…َุง ูِูŠ ุงู„ุฃุฑْุถِ ู…ِู†ْ ุดَุฌَุฑَุฉٍ ุฃَู‚ْู„ุงู…ٌ ูˆَุงู„ْุจَุญْุฑُ ูŠَู…ُุฏُّู‡ُ ู…ِู†ْ ุจَุนْุฏِู‡ِ ุณَุจْุนَุฉُ ุฃَุจْุญُุฑٍ ู…َุง ู†َูِุฏَุชْ ูƒَู„ِู…َุงุชُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ุนَุฒِูŠุฒٌ ุญَูƒِูŠู…ٌ}

```


๐Ÿ’ซ✨Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Mahabijaksana. 

(Q.S Luqman : 27)



๐ŸŒŸAr-Rabi’ ibnu Anas mengatakan :


 Sesungguhnya perumpamaan ilmu para hamba semuanya di dalam ilmu Allah, sama dengan setetes air bila dibandingkan dengan semua lautan. 



Bahwa seandainya semua lautan yang ada menjadi tintanya untuk menulis kalimat-kalimat Allah, dan semua pepohonan yang ada menjadi penanya, tentulah semua pena patah dan lautan itu menjadi kering; sedangkan kalimat-kalimat Allah masih tetap utuh, tiada yang dapat menghabiskannya. Karena sesungguhnya seseorang tidaklah mampu memberikan penghormatan kepada-Nya dengan penghormatan yang semestinya, dan tiada seorang pun yang dapat memuji-Nya dengan pujian Allah terhadap diri-Nya sendiri. 


Sesungguhnya Tuhan kita adalah seperti apa yang dikatakan-Nya, tetapi di atas segala sesuatu yang kita katakan. Sesungguhnya perumpamaan kenikmatan dunia dari awal hingga akhir di dalam nikmat ukhrawi sama dengan perumpamaan sebiji sawi di dalam besarnya dunia ini secara keseluruhan.

```


*# ูˆَุงู„ู„ّٰู‡ُ ุฃَุนْู„َู…ُ ุจِุงู„ุตَّูˆَุงุจُ*

*#๐•พ๐–Š๐–’๐–”๐–Œ๐–† ๐•ญ๐–Š๐–—๐–’๐–†๐–“๐–‹๐–†๐–†๐–™*

==================


*﷽*

๐Ÿคฒ๐Ÿคฒ๐Ÿคฒ

_Semoga kita semua senantiasa diberikan ALLAH Subhanahu Wa Ta'alaa Tuma'ninah, Ma'aziayadil Mahabbah Wa'ma'rifatil Khoshshoh, Wa Taqorrub Wal Wushul 'IndaALLAH_

๐€๐š๐ฆ๐ข๐ข๐ง..


 ุงู„ู„ู‡ู… ุตู„ ุนู„ู‰ ุณูŠุฏู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุนู„ู‰ ุขู„ ุณูŠุฏู†ุง ู…ุญู…ุฏุงู„ู„ู‡ู… ุตู„ ูˆุณู„ู… ูˆุจุงุฑูƒ ุนู„ูŠู‡

๐Ÿคฒ๐Ÿป ๐Ÿคฒ๐Ÿป ๐Ÿคฒ๐Ÿป๐Ÿ’š๐Ÿ’š๐Ÿ’š


_# ุฒูƒูŠ ุญุงู_

_#zackyhaff_

_#UkhuwahIslamiyahLiAnnaIslamItuIndah_

๐Ÿ’ซ๐Ÿ’ซ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ✨✨✨๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐Ÿ’ซ๐Ÿ’ซ

[4/9 06.44] ๐•ฐ๐–“๐–‰๐–—๐–† ๐•ถ๐–š๐–’๐–†๐–—๐–Ž: INSPIRASI PAGI :


Dunia ini ibarat bayangan, kalau kau berusaha menangkapnya, ia akan lari. Tapi kalau kau membelakanginya, ia tak punya pilihan selain mengikutimu.


"Wahai kaumku! Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal."

(QS. Ghafir 39)


TETAP SEMANGAT

----------

HJS

[4/9 06.44] ๐•ฐ๐–“๐–‰๐–—๐–† ๐•ถ๐–š๐–’๐–†๐–—๐–Ž: MUNAJATQU


ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู…

ุงَู„ْุญَู…ْุฏُ ู„ู„َّู‡ِ ุฑَุจِّ ุงู„ْุนุงู„َู…ِูŠู†َ

ุงَู„ู„َّู‡ُู…َّ ุตَู„ِّ ุนَู„ٰู‰ ุณَูŠِّุฏِู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏٍ ูˆَุนَู„ٰู‰ ุขู„ِ ุณَูŠِّุฏِู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏٍ


Ya Allaah, aku meminta perlindungan pada-Mu dari

ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’, dari jiwa yang tidak pernah merasa puas, dan dari doa yang tidak dikabulkan).”

(HR. Muslim no: 2722).


Ya Allaah Yaa Rabb

Bukalah mata hati kami agar kami menjadi hamba Mu yang selalu bersyukur atas curahan kasih sayang Mu, sabar dan ikhlas menerima atas semua takdir Mu.

Berikan ridho dan pahala Mu pada semua kebaikan yang telah, sedang dan akan kami lakukan.


Ya Allaah Yaa Rabb

Ampunilah segala dosa kami baik yg disengaja maupun yg tidak disengaja, ampunilah dosa ibu dan bapak kami yg telah mendahului kami, hindarkanlah beliau dari siksaan api neraka dan tempatkanlah di Surga-Mu. 


๏บ๏ปฃِ๏ปดْ๏ปฆُ ๏ปณَ๏บŽ ๏บญَ๏บَّ ๏บ๏ปŸْ๏ปŒَ๏บŽ๏ปŸَ๏ปคِ๏ปดْ๏ปฆ


Barakallahufiikum ๐Ÿคฒ๐Ÿผ

[4/9 06.44] ๐•ฐ๐–“๐–‰๐–—๐–† ๐•ถ๐–š๐–’๐–†๐–—๐–Ž: ๐™ถ๐šž๐š‹๐šŠ๐š‘๐šŠ๐š— ๐šœ๐šข๐šŠ๐š’๐š› ๐š’๐š—๐š’ ๐š๐š’ ๐š—๐šž๐šŠ๐š ๐š˜๐š•๐šŽ๐š‘ ๐šœ๐šŽ๐šœ๐šŽ๐š˜๐š›๐šŠ๐š—๐š ๐šข๐šŠ๐š—๐š ๐šœ๐šŠ๐šŠ๐š ๐š’๐š๐šž ๐šœ๐šŽ๐š๐šŠ๐š—๐š ๐š๐š’ ๐š๐šŽ๐š๐šž๐š™ ๐š›๐š’๐š—๐š๐šž ๐š™๐šŠ๐š๐šŠ ๐šœ๐š˜๐šœ๐š˜๐š” ๐š๐š˜๐šœ๐šž๐š•๐šž๐š•๐š•๐š˜๐š‘ ๏ทบ.


ุฅู† ูƒู†ุช ู„ุณุช ู…ุนูŠ ูุงู„ุฐูƒุฑ ู…ู†ูƒ ู…ุนูŠ

ูŠู€ุฑุงูƒ ู‚ู€ู„ุจูŠ ูˆ ุฅู† ุบู€ูŠุจุช ุนู€ู€ู† ุจู€ุตุฑูŠ


ุงู„ุนูŠู† ุชุจุตุฑ ู…ู† ุชู€ู‡ูˆู‰ ูˆ ุชู€ู€ูู‚ุฏู‡

ูˆ ู†ุงุธุฑ ุงู„ู‚ู„ุจ ู„ุง ูŠุฎู„ูˆ ู…ู† ุงู„ู†ุธุฑ


๐™ผ๐šŽ๐šœ๐š”๐š’ ๐š”๐šŠ๐š–๐šž ๐š๐š’๐š๐šŠ๐š” ๐š‹๐šŽ๐š›๐šœ๐šŠ๐š–๐šŠ๐š”๐šž, ๐š๐šŠ๐š™๐š’ ๐š’๐š—๐š๐šŠ๐š๐šŠ๐š— ๐š๐šŽ๐š—๐š๐šŠ๐š—๐š ๐š–๐šž ๐šœ๐šŽ๐š•๐šŠ๐š•๐šž ๐š๐šŽ๐š›๐š‹๐šŠ๐šข๐šŠ๐š—๐š, ๐š–๐šŽ๐š—๐šŽ๐š๐šŠ๐š™ ๐š๐š’ ๐š‹๐šŽ๐š—๐šŠ๐š”๐š”๐šž.. 


๐™น๐š’๐š ๐šŠ๐š”๐šž ๐šœ๐šŽ๐š•๐šŠ๐š•๐šž ๐š–๐šŽ๐š•๐š’๐š‘๐šŠ๐š๐š–๐šž, ๐š–๐šŽ๐šœ๐š”๐š’๐š™๐šž๐š— ๐š”๐šŠ๐š–๐šž ๐šœ๐šŽ๐š•๐šŠ๐š•๐šž ๐š‹๐šŽ๐š›๐šž๐šœ๐šŠ๐š‘๐šŠ ๐š–๐šŽ๐š—๐š๐š‘๐š’๐š•๐šŠ๐š—๐š ๐š๐šŠ๐š›๐š’ ๐š™๐šŠ๐š—๐š๐šŠ๐š—๐š๐šŠ๐š—๐š”๐šž


๐™ผ๐šŠ๐š๐šŠ ๐š–๐šŽ๐š–๐šŠ๐š—๐š ๐š‹๐š’๐šœ๐šŠ ๐š–๐šŽ๐š•๐š’๐š‘๐šŠ๐š ๐šœ๐š˜๐šœ๐š˜๐š” ๐šข๐šŠ๐š—๐š ๐š๐š’๐šŠ ๐šŒ๐š’๐š—๐š๐šŠ๐š’, ๐š๐šŠ๐š™๐š’ ๐šœ๐šŠ๐š๐šž ๐š ๐šŠ๐š”๐š๐šž, ๐š๐š’๐šŠ ๐š“๐šž๐š๐šŠ ๐š๐šŠ๐š™๐šŠ๐š ๐š”๐šŽ๐š‘๐š’๐š•๐šŠ๐š—๐š๐šŠ๐š—๐š—๐šข๐šŠ... 


๐š‚๐šŽ๐š๐šŠ๐š—๐š๐š”๐šŠ๐š— ๐š‘๐šŠ๐š๐š’, ๐š‘๐šŠ๐š๐š’ ๐š๐š’๐š๐šŠ๐š” ๐šŠ๐š”๐šŠ๐š— ๐š™๐šŽ๐š›๐š—๐šŠ๐š‘ ๐š๐šŽ๐š›๐š•๐šŽ๐š™๐šŠ๐šœ ๐šž๐š—๐š๐šž๐š” ๐š–๐šŽ๐š–๐šŠ๐š—๐š๐šŠ๐š—๐š ๐š˜๐š›๐šŠ๐š—๐š ๐šข๐šŠ๐š—๐š ๐š๐š’๐šŠ ๐šŒ๐š’๐š—๐š๐šŠ๐š’... 


(๐™บ๐š’๐š๐šŠ๐š‹ ๐š‚๐šข๐š’๐š๐šŠ' ๐™ฐ๐š•-๐š€๐š˜๐š•๐š‹ ๐™ฐ๐š•-๐™น๐šŠ๐š›๐š‘ ๐š‚๐šข๐šŠ๐š›๐š‘ ๐™ฑ๐šž๐š›๐š๐šŠ๐š‘ ๐™ฐ๐š•-๐™ผ๐šŠ๐š๐š’๐š‘, ๐™บ๐šŠ๐š›๐šข๐šŠ ๐™ฐ๐š•-'๐™ฐ๐š•๐š•๐šŠ๐š–๐šŠ๐š‘ ๐™ผ๐šž๐š‘๐šŠ๐š–๐š–๐šŠ๐š ๐šƒ๐š‘๐š˜๐š‘๐š’๐š› ๐š‹๐š’๐š— '๐™ฐ๐šœ๐šข๐šž๐šŠ ๐™ฐ๐š-๐šƒ๐šž๐š—๐š’๐šœ๐š’ ๐™ท๐šŠ๐š• 600)

[4/9 06.44] ๐•ฐ๐–“๐–‰๐–—๐–† ๐•ถ๐–š๐–’๐–†๐–—๐–Ž: *Kamis*

04September 2025 M

11 Rabiul Awal 1447 H


  *•~~◎❅◎-﷽-◎❅◎*

๐Ÿ›ก️๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ•‹

 *Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh, Bismillah,Muhasabah diriku & saling meng- ingatkan dlm kebaikan dgn Luruskan Niat Krn Allah SWT,bukan Riya,Pamer Ujub dll .* 

 

┏━━━━━━━━━━━━━━┓ 

     *F A E D A H    P A  G I*

┗━━━━━━━━━━━━━━┛ 


•✽• •✽• •✽• •✽• •✽• ✽•‎ 

Renungan:


   *TERUSLAH BERJUANG*

 

Coba *RUSAK* _jaring laba”_ maka dengan segera *dibuat* lagi.


Coba *AMBIL* _madu lebah_, maka dengan _cepat_ mereka buat *sarang* baru yang _menghasilkan_ *MADU*.


Coba *HANCURKAN* _rumah semut_, maka dalam waktu _singkat_ mereka akan *sibuk* menuntaskannya _membangun_ kembali.


*Laba”, Lebah* dan *Semut* memberi *INSPIRASI* kepada kita tentang bagaimana _menghadapi_ kerasnya *kehidupan* ini dengan  *tekad*: 


*PANTANG MENYERAH !!!*

*MULAILAH BANGKIT*

*TERUS BERJUANG!!!*


Jangan pernah *MENYERAH* jika sedang berusaha _meraih_ *impian*.

Tidak ada *ALASAN* untuk *MENYERAH* !!!


Orang yang *GAGAL* selalu men-cari”, *alasan*, tapi orang yanylg *BERHASIL* selalu mencari *jalan*.


Tahukah kita bahwa *BERHASIL* dalam hidup ini tidak hanya sekadar berada pada _tempat_ dan _waktu_ yang *TEPAT*, tapi juga berada pada _tempat_ & _waktu_ yang *SALAH*, namun tidak pernah *MENYERAH*?


Kita boleh saja memiliki *IMPIAN* yang _besar_,

t a p i tanpa ....

✓ _Semangat_,

✓ _Kerja Keras_,

✓ _Ketabahan Hati_,

✓_Tahan Uji_,

✓ _Pantang menyerah_,

m a k a *IMPIAN* itu hanyalah sebuah *fantasi* atau *khayalan* belaka.


Ketika kita _putus asa, ragu, lelah_ atau hampir di ambang *KEGAGALAN*, ingatlah kembali akan *IMPIAN* yang ingin kita *RAIH*


*IMPIAN* itu akan menjadi *sumber inspirasi* yang akan selalu _menguatkan_ kita dan _memberi_ sebuah *MOTIVASI* yang *besar*.


Hidup ini memang *KERAS*, t a p i bukan berarti harus *MENYERAH* begitu saja tanpa _mencoba_ *cara* yang lain.


Biarlah *kesuksesan* yang _ditemukan_ pada diri orang lain menjadi *CAMBUK* untuk kita *BANGKIT* kembali.


*JANGAN* pernah *MENYERAH !!!*

*TERUSLAH BERJUANG !!!*

_*It's a life*_..

_*Your life, My life, Our life*_...


*SELAMAT BERAKTIFITAS* ๐Ÿ™๐Ÿ‘

_Semoga kita selalu  dalam keadaan Bahagia, sehat , istiqomah dan bersyukur ._

_Aamiin yaa Robbal ' alamiin_3x๐Ÿ•‹๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ›ก️

_____________________

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inspirasi Pagi