Postinganku Hari Ini

 Inspirasi Pagi :


Kadang yang menyelamatkan hidup kamu bukanlah tabungan yang besar.

Tapi sedekah-sedekah kecil yang kamu bagikan setiap hari dengan hati yang besar.


"Sedekahmu bisa menolak bencana"

(HR. Baihaqi)


Tetap Semangat.

---------

HJS

[30/9 05.41] endarkumari: KAVLING YANG SEMAKIN MENYEMPIT


By. Jazuli Suryadhi


DULU sewaktu kecil kita bercita-cita setinggi langit

Ingin menguasai dunia, ingin memiliki kavling (sebidang tanah) di mana-mana


Semakin dewasa, semakin realistis

Hanya ingin punya rumah, kalau perlu beberapa


Tetapi setelah susah payah berusaha

Yang didapat hanya satu rumah, itu pun luasnya tak seberapa 

Itupun sudah sesak riuh dengan anak-anak


Semakin menua, rumah yang riuh dengan anak-anak semakin sepi karena anak-anak pergi dengan prioritasnya masing-masing


Tinggallah rumah yang dipakai hanyalah bagian kamar untuk tidur dan kamar mandi

Bagian rumah lainnya semakin jarang dipakai, bahkan dikunjungi saja tidak

Dibiarkan kosong dan berdebu, karena tak lagi kuat untuk membersihkannya

Apalagi jika rumahnya berlantai dua atau tiga.


Ternyata kavling kita semakin menyempit bersamaan dengan bertambahnya usia

Mungkin rumah hanya ramai ketika lebaran atau kegiatan silaturahim

Selain itu sepi melompong bertahun-tahun 


Rumah yang luas tak lagi perlu karena jalan saja sudah susah

Hanya tempat tidur yang terpakai, sesekali ke kamar mandi


Ambisi besar yang dulu dimiliki untuk memiliki kavling luas dan harta berlimpah tak lagi bisa dinikmati

Kalah oleh tubuh yang menua dan takdir yang jelas

Bahwa kita hanya butuh kavling yang sedikit


Berusaha kaya memang boleh, tapi tak usah bermewahan dan serakah menghalalkan segala cara

Sebab yang kita nikmati di masa tua hanya kavling yang semakin menyempit, yaitu kamar tidur dan kamar mandi


Hingga akhirnya di akhir hayat yang kita tiduri selamanya hanya kavling seluas 1x2 meter

Yang dekorasinya sama, tak peduli kita kaya atau miskin

Yang namanya sama : kuburan.


"Jika salah satu dari kalian meninggal dunia maka ia akan diperlihatkan padanya (di alam kubur) tempatnya (di akhirat nanti) pada pagi dan malam hari. Jika ia termasuk penghuni surga, maka ia akan menghuni surga, dan jika ia termasuk dari penghuni neraka, maka ia menghuni neraka. Dan dikatakan kepadanya, “Ini tempatmu tinggalmu sampai Allah membangkitkanmu di hari Kiamat.” (HR. Bukhari-Muslim)


"Dunia sudah pergi meninggalkan, dan akhirat datang menghampiri, dan setiap dari keduanya ada pengekornya, maka jadilah kalian dari orang-orang yang mendambakan kehidupan akhirat dan jangan kalian menjadi orang-orang yang mendambakan dunia, karena sesungguhnya hari ini (di dunia) yang ada hanya amal perbuatan dan tidak ada hitungan dan besok (di akhirat) yang ada hanya hitungan tidak ada amal.” (HR. Bukhari).

[30/9 06.09] endarkumari: 𝗛𝗶𝗸𝗺𝗮𝗵 𝗣𝗮𝗴𝗶

 

Sufyān ats-Tsaurī rahimahullah pernah ditanya: “Wahai Abā ‘Abdillāh, manakah yang lebih engkau sukai antara menuntut ilmu atau beramal?”


Beliau menjawab: “Sesungguhnya ilmu itu dicari agar dapat diamalkan. Karena itu, jangan tinggalkan menuntut ilmu dengan alasan ingin fokus lebih banyak beramal dan jangan pula meninggalkan amal dengan alasan ingin lebih fokus menuntut ilmu”



============

سُئِلَ سُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ: طَلَبُ الْعِلْمِ أَحَبُّ إِلَيْكَ يَا أَبَا عَبْدِ اللهِ أَوِ الْعَمَلُ؟ فَقَالَ: إِنَّمَا يُرَادُ الْعِلْمُ لِلْعَمَلِ، لَا تَدَعْ طَلَبَ الْعِلْمِ لِلْعَمَلِ، وَلَا تَدَعِ الْعَمَلَ لِطَلَبِ الْعِلْمِ (حلية الأولياء ١٢/٧)

[30/9 06.11] endarkumari: *MENGINGAT KEMATIAN ADALAH TANDA KECERDASAN*


Menghadirkan kematian dalam ingatan adalah salah satu cara terbaik untuk menjaga hati tetap lembut dan lurus di jalan Allah. Saat manusia sadar bahwa hidup di dunia ini hanyalah sementara, ia tidak akan terlalu sibuk mengejar gemerlap dunia hingga melupakan tujuan akhirnya. Kematian adalah kepastian, tidak mengenal usia, jabatan, atau keadaan. Dengan mengingat kematian, seseorang akan terdorong untuk memperbaiki amal, menjaga lisan, memperbanyak istighfar, dan memanfaatkan waktu sebaik mungkin.


Rasulullah ﷺ bersabda: “Perbanyaklah mengingat pemutus kenikmatan, yaitu kematian.” (HR. Tirmidzi). Hadits ini menegaskan bahwa mengingat mati bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk menuntun kita agar tidak tertipu oleh kesenangan dunia. Orang yang selalu mengingat kematian akan lebih ikhlas dalam ibadah, lebih sabar dalam ujian, dan lebih bersemangat menyiapkan bekal menuju akhirat. Karena pada akhirnya, yang menemani kita di alam kubur bukan harta, bukan jabatan, dan bukan keluarga, melainkan amal shalih yang kita kumpulkan selama hidup.

[30/9 06.12] endarkumari: MUNAJATQU


السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

اَلْحَمْدُ للَّهِ رَبِّ الْعالَمِينَ

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ


Terima kasih Ya ALLAAH ENGKAU bangunkan kami Ya Allaah jadikanlah awal-pagi ini awal yang indah ... Terbuka pintu Rezeki .. Pintu Taubat dan Pintu kebahagiaan Dunia dan Akherat ENGKAU beri Rahmat Berkah MU pagi ini..

 

Ya Allaah,.. Tolonglah aku agar selalu berdzikir/mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan memperbagus ibadah kepada-Mu

(HR. Abu Daud dan Ahmad)

    

Kami mohon ampuni dosa dan khilaf ibu bapak kami, baik yg tampak maupun yg tersembunyi, serta kami dan keturunan kami, kel kami. serta siapa saja yang sedang membaca doa bersama kami. 


Ya Allaah Panjangkan umur kami, Karuniakan kami kesehatan yg baik, Terangi hati kami dengan NUR pancaran Iman-MU. Dekatkan kami kepada kebaikan dan jauhkan kami dari segala kejahatan. Karuniakan kami kesenangan , Ketenangan dan Hidayah dari MU. Dalam menempuh kehidupan, Berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat .


Cukuplah Allaah bagiku, tidak ada Tuhan selain Dia , Hanya kepada Nya aku bertawakkal , dan Dia adalah Tuhan yang memiliki Arsy ( Singgasana ) yang agung


ﺁﻣِﻴْﻦُ ﻳَﺎ ﺭَﺏَّ ﺍﻟْﻌَﺎﻟَﻤِﻴْﻦ


Barakallaahufiikum 🤲🏼

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Sahabat Nabi SAW

Inspirasi Pagi