Postinganku Hari Ini

 ۞﷽۞


_*Waktu Dhuha......*_

_Istiqomahlah salat dhuha walau 2 rakaat._


_"Manusia tahu bahwa dirinya lemah, namun anehnya dia terus-menerus tidak taat kepada Yang Maha Kuat." - Abu bakar Ash-Shiddiq._


_"Terkadang, orang dengan masa lalu paling kelam akan menciptakan masa depan yang paling cerah." - Umar bin Khattab._


_"Cemas terhadap dunia adalah kegelapan bagi hati. Sementara cemas terhadap akhirat adalah cahaya bagi hati." - Utsman bin Affan._


_"Orang pesimis melihat kesulitan dalam setiap kesempatan. Tapi orang optimis melihat kesempatan dalam setiap kesulitan." - Ali bin Abi Thalib._


_Perbanyaklah Sholawat._

_"Jazallahu 'anna Sayyidana Muhammadan shalallahu 'alaihi wa sallam ma huwa ahluh"._

_Semoga bermanfaat._

[15/9 08.17] 𝐄𝐧𝐝𝐫𝐚 𝐊𝐮𝐦𝐚𝐫𝐢: 𝗛𝗶𝗸𝗺𝗮𝗵 𝗣𝗮𝗴𝗶

 

Bertemanlah dengan siapa pun yang engkau mau, demi Allah yang bersemayam di atas ‘Arsy, tidak ada yang akan menemanimu di dalam kubur selain satu teman: yaitu amal shalihmu. Maka perbaikilah persahabatanmu dengannya, niscaya ia akan memperbaiki persahabatannya denganmu di dalam kubur [Ibnu Rajab rahimahullah]




============

صاحِبْ مَنْ تُصاحِبْ، فَوَاللهِ الَّذِي عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى، لَنْ يُصاحِبَكَ فِي قَبْرِكَ إِلَّا صاحِبٌ واحِدٌ، أَلَا وَهُوَ عَمَلُكَ الصّالِحُ، فَأَحْسِنْ صُحْبَتَهُ، يُحْسِنْ صُحْبَتَكَ فِي قَبْرِكَ (لطائف المعارف ٩٩)

[15/9 08.17] 𝐄𝐧𝐝𝐫𝐚 𝐊𝐮𝐦𝐚𝐫𝐢: ┈┈┈┈◈❆◉❒  ✳  ❒◉❆◈┈┈┈┈


بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ 


*السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ* 


_Saudaraku yang semoga senantiasa dirahmati Allah Subhanahu wa ta'ala,_


Alhamdulillah, segala puji kita panjatkan kehadirat Allah azza wa jalla, sekarang kita sudah masuk di hari:       *Senin*

               🗓 *22 Rabi'ul Awwal 1447 Hijriah*

               🗓 *15 September 2025 Masehi*


_Kita awali pagi ini dengan membaca doa:_


*اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً*


*“Ya Allah, sungguh aku memohon kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rizki yang baik dan amal yang diterima.”*

(HR. Ibnu As-Sunni dan Ibnu Majah)



       🇫‌🇦‌🇪‌🇩‌🇦‌🇭‌ 🇵‌🇦‌🇬‌🇮‌


*💥❌⛔ JANGAN BERHARAP MEMANEN TANPA MENANAM!*


✍🏻 Yahya bin Mu’adz ar-Razy rahimahullah berkata:


عمل كالسراب وقلب من التقوى خراب، وذنوب بعدد الرمل والتراب، ثم تطمع في الكواعب الأتراب؟!

هيهات! أنت سكران بغير شراب، ‌‎ما أكملك لو بادرت أملك،

ما أجلَّك لو بادرت أجلك، ما أقواك لو خالفت هواك.


*"Amal seperti fatamorgana, hati kosong dari taqwa, dosa-dosa sebanyak pasir dan debunya, lalu engkau ingin mendapatkan bidadari-bidadari yang menawan dan sebaya?! Alangkah jauhnya hal itu, karena engkau seperti orang yang mabuk tanpa minum khamr. Alangkah bagusnya jika engkau segera beramal untuk menyusul angan-anganmu, alangkah mulianya jika engkau bersegera beramal sebelum tiba ajalmu, dan alangkah kuatnya jika engkau menyelisihi hawa nafsumu."*

📚Sumber : Shifatus Shafwah, jilid 4 hlm. 337


Demikian Faedah Ilmiah dan Mau’izhoh Hasanah yang dapat kami sampaikan pada pagi hari ini.


Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kita semua. Aamiin. 

Barokallohu fiikum.... 


┈┈┈┈◈❆◉❒  ✳  ❒◉❆◈┈┈┈┈

[15/9 08.17] 𝐄𝐧𝐝𝐫𝐚 𝐊𝐮𝐦𝐚𝐫𝐢: *Embun pagi..🌹*


*Sahabat..😘*


   *PELAJARAN HIDUP..*


Ketika kemarahan membuat kita paham akan penyesalan, maka kita akan selalu belajar berusaha untuk bersabar.


Ketika kebohongan membuat kita paham akan kekecewaan, maka kita akan selalu belajar untuk berusaha berkata jujur.


Ketika ketiadaan membuat kita merasakan kehilangan dan kekurangan, maka kita akan selalu belajar berusaha bersyukur atas apa yang kita miliki.


Ketika penghianatan membuat kita paham rasanya kesakitan, maka kita akan selalu belajar berusaha memberikan ketulusan.


Ketika ditimpakan suatu penyakit, maka kita akan selalu belajar berusaha mensyukuri betapa pentingnya nikmat sehat.


Ketika keburukan menyadarkan kita jika itu merugikan, maka kita akan selalu belajar berusaha untuk berbuat kebaikan.


Ketika aib kita yang nampak membuat kita malu, maka kita akan selalu belajar berusaha menutupi aib orang lain.


Selain meratapi, menyesali dan menyalahkan atas masalah yang menimpa diri kita, alangkah baiknya kita ambil sebuah pelajaran.

Meskipun pelajaran yang sangat-sangat simpel namun akan membawa perubahan yang sangat besar.


Semoga bermanfaat, 

Selamat pagi selamat hari sabtu tetaplah selalu baik dan jangan lupa bahagia, aamiin..

[15/9 08.17] 𝐄𝐧𝐝𝐫𝐚 𝐊𝐮𝐦𝐚𝐫𝐢: *KALAU SUDAH RIZKI TIDAK AKAN LARI*


عَنْ جابرٍ -رَضِيَ اللهُ عَنْهُ- قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: 

((لَوْ أَنَّ ابْنَ آدَمَ هَرَبَ مِنْ رِزْقِهِ كَمَا يَهَرَبُ مِنَ الْمَوْتِ؛ لَأَدْرَكَهُ رِزْقُهُ كَمَا يُدْرِكُهُ الْمَوْتُ))


Dari Jabir radhiyallahu anhu berkata, berkata rasulullah sallallahu alaihi wa salam:

“Seandainya anak adam lari dari rizkinya sebagaimana dia lari dari mautnya, maka niscaya rizkinya akan mengejarnya sebagaimana maut mengejarnya.”[Hr Ibnu Hibban].


Pelajaran yang terdapat di dalam hadits:


1- Maksudnya, andai kata anak adam itu telah lari dari rizkinya sebagaimana dia lari dari kematian. Niscaya rizki itu mengejarnya sebagaimana kematian juga mengejarnya.


2- Maka tidak mungkin anak cucu adam itu tidak mendapatkan rizki, karena Alloh telah menetapkan rizki kepada mereka, bahkan mereka itu dikejar rizki, bukan mereka yang malah mengejar rizki.


3- Manusia tidak akan mampu menghindari rizki sebagaimana mereka yang tidak akan mampu terhindar dari kematian. Karena sunatullohnya siapa yang hidup pasti mati, dan siapa yang hidup pasti masih

dikaruniai rizki oleh Alloh.


4- Manusia di dalam hidup ini sudah Alloh tetapkan, jatah, nasib kehidupan dunia dan rezekinya. 


5- Dengan demikian, seharusnya manusia itu yakin 100% bahwa hidup ini telah diatur oleh Alloh, bahkan rizki itu sendiri yang akan menghampiri manusia. Maka tidak perlu membabi buta untuk mendapatkan rizki, tidak perlu terlalu “ngoyo” untuk mendapatkan rizki. Kaki jadi kepala, kepala menjadi kaki, siang kerja, malam kerja, berangkat pagi pulang tengah malam. Hingga lupa waktu, lupa Alloh, lupa keluarga dan anak istri.


6- Namun, karena rendahnya iman, manusia terkadang lupa bahwa yang menciptakan mereka adalah Alloh, yang menjadikan mereka hidup adalah Alloh, serta yang memberi mereka rizki adalah Alloh. Sehingga banyak dari mereka yang bersusah payah mengejar rizki tapi malah lupa kepada Alloh. Padahal jelas, seperti yang tertera pada hadis di atas, bahwasanya manusia itu disetting oleh Alloh dikejar rizki bukan mengejar rizki.


7- Jika demikian, maka yang harusnya kita lakukan adalah ihtiar, berdoa dan bertawakkal kepada Alloh, karena wajib hasil itu Allah Subhanahu wa Ta'ala. Menerima semua yang diberikan oleh Alloh dan selalu syukur atas apa saja yang telah diberikanNya. Tidak perlu nggersulo dan terus merasa kurang, karena yang demikian itu akan membuat seseorang tidak pernah puas terhadap pemberian Alloh kepadanya.


8- Bahkan hanya karena kemiskinan, kemudian menghalalkan segala cara hingga mencari harta haram. Apalagi mengikuti prinsip orang "yang haram saja susah, apalah yanghalal". Korupsi dihalalkan, suap-menyuap menjadi bagian hidup. Bisnis-bisnis haram dia lakukan, jual diri, bahkan membuat proposal untuk mendapatkan bantuan dana yang itu dialamatkan kepada yayasan, anak yatim, pembangunan masjid dan lain sebagainya. Na’udzubillah.


9- Orang yang seperti itu adalah orang yang putus asa, serta lupa kepada Alloh. Apa yang dilakukan tidak lagi diniati lillahi ta’ala serta merujuk kepada al-quran dan al-hadis. Jika sesuatu itu jelas-jelas haram maka tinggalkanlah, karena sesungguhnya yang halal itu masih berlimpah dan masih mudah untuk kita dapatkan.


10- Yakinlah bahwa selagi kita masih hidup, berarti Alloh masih memberi rizki kepada kita. 'Tidak ada satupun orang diantara anak Adam meninggal dunia, sebelum disempurnahkan semua rezekinya. Telah dilengkapi semua rezekinya. Waallu a’lam


Tema hadist yang berkaitan dengan Al Qur'an:


- Allah Subhanahu wa Ta'ala menceritakan bahwa Dialah yang menjamin rezeki makhluk­Nya, termasuk semua hewan yang melata di bumi, baik yang kecil, yang besarnya, yang ada di daratan, maupun yang ada di lautan. Dia pun mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. 


وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الأرْضِ إِلا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍ 


Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata(Lauh Mahfuz).[ Hud:6].Lr

[15/9 08.17] 𝐄𝐧𝐝𝐫𝐚 𝐊𝐮𝐦𝐚𝐫𝐢: Inspirasi Pagi :

----------------------

Senyuman tidak membuktikan kita bahagia tetapi senyuman adalah awal dari sebuah kebahagiaan.


“Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu.” (HR Tirmidzi).


Tetap Semangat.

------------

HJS.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Sahabat Nabi SAW

Inspirasi Pagi