Postinganku Hari Ini

 [5/10 09.08] 𝕰𝖓𝖉𝖗𝖆 𝕶𝖚𝖒𝖆𝖗𝖎 ☝: 🕊️

*لَقَدْ رَضِيَ اللَّهُ عَنِ الْمُؤْمِنِينَ إِذْ يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ...* 


_“Sungguh, Allah telah meridai orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon," (QS. Al-Fath: 18)_ 



*Barakallahu fiikum* 🤲🤲🤲

[5/10 09.08] 𝕰𝖓𝖉𝖗𝖆 𝕶𝖚𝖒𝖆𝖗𝖎 ☝: Bismillah..

Assalaamu'alaikum...


#SelamatPagi ☀️


Senin, 24 Rabiul Akhir 1448 H / 5 Oktober 2026 M


💫 *Mari memulai hari dengan rasa syukur.*


Ya Allah, berkahilah hari ini. Mudahkan urusan kami, sehatkan tubuh kami, lapangkan hati kami, dan jadikan setiap langkah kami bernilai kebaikan.


💎 *Hikmah Hari Ini*


Tidak semua yang kita inginkan harus segera kita dapatkan.

Kadang Allah menunda karena sedang menyiapkan sesuatu yang lebih baik.

Tugas kita adalah tetap berikhtiar, terus berdoa, dan belajar bersabar.


*Yang tertunda bukan berarti ditolak.*


Bisa jadi Allah sedang mengatur waktu terbaik menurut-Nya.

Semoga hari ini hati kita dipenuhi syukur dan keyakinan.


✍️ PP


Barakallahu fiikum 🤲🤲🤲

[5/10 09.08] 𝕰𝖓𝖉𝖗𝖆 𝕶𝖚𝖒𝖆𝖗𝖎 ☝: Jagalah Al-qur'an maka Allah akan menjagamu


Barakallahu fiikum 🤲🤲🤲

[5/10 09.08] 𝕰𝖓𝖉𝖗𝖆 𝕶𝖚𝖒𝖆𝖗𝖎 ☝: 𝗛𝗶𝗸𝗺𝗮𝗵 𝗣𝗮𝗴𝗶


Seorang mukmin adalah orang yang mengetahui bahwa apa yang Allah ‘Azza wa Jalla firmankan adalah sebagaimana yang Dia firmankan.

Seorang mukmin adalah manusia yang paling baik amalnya dan paling besar rasa takutnya. Seandainya ia menginfakkan harta sebesar gunung, ia tetap tidak merasa aman hingga menyaksikan sendiri kesudahannya.


Dan tidaklah bertambah kesalehan, kebajikan, dan ibadahnya, melainkan pasti bertambah pula rasa takutnya. Ia berkata, ‘Aku tidak akan selamat.’

Sedangkan orang munafik berkata, ‘Jumlah manusia begitu banyak. Aku akan diampuni dan tidak ada masalah bagiku.’ Maka ia menunda-nunda amal dan berangan-angan terhadap Allah Ta‘ālā.” [Hasan Al Bashri rahimahullah]



==========

الْمُؤْمِنُ مَنْ يَعْلَمُ أَنَّ مَا قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ كَمَا قَالَ، وَالْمُؤْمِنُ أَحْسَنُ النَّاسِ عَمَلًا وَأَشَدُّ النَّاسِ خَوْفًا، لَوْ أَنْفَقَ جَبَلًا مِنْ مَالٍ مَا أَمِنَ دُونَ أَنْ يُعَايِنَ، وَلَا يَزْدَادُ صَلَاحًا وَبِرًّا وَعِبَادَةً إِلَّا ازْدَادَ فَرَقًا، يَقُولُ: لَا أَنْجُو، وَالْمُنَافِقُ يَقُولُ: سَوَادُ النَّاسِ كَثِيرٌ، وَسَيُغْفَرُ لِي، وَلَا بَأْسَ عَلَيَّ، فَيَنْسَأُ الْعَمَلَ وَيَتَمَنَّى عَلَى اللَّهِ تَعَالَى (حلية الأولياء ١٥٣/٢)

[5/10 09.08] 𝕰𝖓𝖉𝖗𝖆 𝕶𝖚𝖒𝖆𝖗𝖎 ☝: *SYUKUR YANG HAKIKI 🤍*


وَكَانَ سَهْلُ بْنُ عَبْدِ اللهِ التُّسْتَرِيُّ - رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى - يَقُولُ:

أَدَاءُ الشُّكْرِ لِلَّهِ تَعَالَى أَنْ لَا تَعْصِيَهُ بِنِعَمِهِ عَلَيْكَ، فَإِنَّ جَوَارِحَكَ كُلَّهَا مِنْ نِعَمِهِ عَلَيْكَ، فَلَا تَعْصِهِ مِنْهَا بِشَيْءٍ.


Sahl bin ‘Abdullah at-Tustari rahimahullahu ta‘ala berkata:


_*“Menunaikan rasa syukur kepada Allah Ta‘ala adalah dengan tidak menggunakan nikmat-nikmat-Nya yang diberikan kepadamu untuk bermaksiat kepada-Nya. Sesungguhnya seluruh anggota tubuhmu merupakan bagian dari nikmat-Nya kepadamu. Maka, janganlah engkau bermaksiat kepada-Nya dengan menggunakan salah satu dari anggota tubuh tersebut.”*_


Syukur bukan hanya mengucapkan Alhamdulillah ketika menerima nikmat.


Tetapi syukur adalah ketika mata yang diberi Allah tidak digunakan untuk melihat yang haram, telinga tidak digunakan untuk mendengar keburukan, lisan tidak digunakan untuk menyakiti, tangan tidak digunakan untuk menzalimi, dan kaki tidak digunakan untuk melangkah menuju maksiat.


Sebab seluruh anggota tubuh kita adalah nikmat sekaligus amanah dari Allah.


Jangan sampai kita sibuk mensyukuri nikmat dengan lisan, tetapi justru menggunakan nikmat itu untuk bermaksiat kepada-Nya.


Ya Allah, ajarkan kami untuk mensyukuri nikmat-Mu bukan hanya dengan ucapan, tetapi dengan ketaatan. 🤲


“Syukur yang sejati adalah menggunakan nikmat Allah untuk mendekat kepada Allah.”


Barakallahu fiikum

[5/10 09.08] 𝕰𝖓𝖉𝖗𝖆 𝕶𝖚𝖒𝖆𝖗𝖎 ☝: Untuk menggapai hasil yang kita cita-citakan, setiap orang punya usaha keras.


 Siang malam mengeluarkan keringat untuk menggapainya. Mau usaha laundrynya sukses, bisnis komputernya lancar, atau berhasil dalam menghadapi ujian berbagai usaha pemasaran, inovasi produk dan belajar keras pun dilakukan. 


Namun satu hal yang mesti seorang pengusaha atau seorang yang ingin meraih keberhasilan perhatikan adalah bagaimana dirinya jangan sampai melupakan Rabb yang memudahkan segala urusan. 


Betapa pun usaha yang kita lakukan, itu bisa jadi sia-sia ketika kita melupakan Rabb Ar Rahman yang mengabulkan segala hajat. 


Dengan banyak memohon pada Al Fattaah, Maha Pemberi Karunia, segala hal bisa jadi lebih mudah. 


Inilah yang jadi senjata seorang muslim yang mesti ia gunakan untuk meraih suksesnya.


Sumber: Rumaysho.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Renungan jelang Dhuha

Inspirasi Malam

Inspirasi Malam