Postinganku Hari Ini

Inspirasi Pagi :

--------

Madinah 2025


“Kalau setiap yang kita inginkan maunya dikabulkan, maka kita tidak akan pernah tau indahnya mendekati Allah bersama jutaan do’a dan harapan…”


"Allah mencintai orang sabar" (QS. alImran 146)


Tetap Semangat

--------

HJS

[25/11 07.49] endarkumari: ๐—›๐—ถ๐—ธ๐—บ๐—ฎ๐—ต ๐—ฃ๐—ฎ๐—ด๐—ถ


Ketika seseorang mulai berhasil menata dirinya sendiri, ia akan lebih cakap dalam menata orang lain. Sebaliknya, ketika ia lalai menata dirinya, maka urusan lainnya pun akan lebih terlalaikan [Imam Al-Mawardi rahimahullah]


=========

ูَุฅِุฐَุง ุจَุฏَุฃَ ุงู„ุฅِู†ْุณَุงู†ُ ุจِุณِูŠَุงุณَุฉِ ู†َูْุณِู‡ِ ูƒَุงู†َ ุนَู„َู‰ ุณِูŠَุงุณَุฉِ ุบَูŠْุฑِู‡ِ ุฃَู‚ْุฏَุฑَ، ูˆَุฅِุฐَุง ุฃَู‡ْู…َู„َ ู…ُุฑَุงุนَุงุฉَ ู†َูْุณِู‡ِ ูƒَุงู†َ ุจِุฅِู‡ْู…َุงู„ِ ุบَูŠْุฑِู‡ِ ุฃَุฌْุฏَุฑَ (ุฏุฑุฑ ุงู„ุณู„ูˆูƒ ููŠ ุณูŠุงุณุฉ ุงู„ู…ู„ูˆูƒ ูฅูจ)

[25/11 09.31] endarkumari: ۞﷽۞


_*Waktu Dhuha......*_

_Jagalah salat dhuha._

_*Berlomba - lombalah dalam kebaikan.*_

_Saat engkau memperbaiki hubunganmu dengan Allah, saat itu pula Allah memperbaiki hidupmu. Lebih baik kehilangan sesuatu demi Allah. Daripada kehilangan Allah demi mendapatkan sesuatu. Bagi setiap bencana pasti ada batas yang berakhir padanya, sedangkan obatnya adalah sabar terhadapnya. Rasa sabar yang datangnya dari Allah sebanding dengan luasnya musibah yang kamu alami. Jika kamu menunjukkan keresahan, kejengkelan, dan keputusasaan dalam bencana, maka kesabaran dan usahamu akan sia-sia. Berusahalah untuk tetap berdoa kepada Allah yang Maha Mendengar. Tenanglah, setelah kesulitan pasti ada kemudahan._

๐Ÿ’š _*Perbanyaklah Sholawat dan Bersyukur.*_

_"Jazallahu 'anna Sayyidana Muhammadan shalallahu 'alaihi wa sallam ma huwa ahluh"._

_Semoga bermanfaat._

[25/11 09.32] endarkumari: ๐Ÿƒ๐Ÿ‚๐Ÿƒ๐Ÿ‚๐Ÿƒ๐Ÿ‚๐Ÿƒ๐Ÿ‚๐Ÿƒ๐Ÿ‚



:: Bersabarlah Wahai Ibu, Waktumu Hanya Sebentar ::


Bersabarlah wahai ibu, jika anakmu mengujimu…

dengan rumah yang tak pernah rapi

dengan ocehannya yang bertanya berulang-ulang hal yang ia suka

dengan manjanya

dengan aktifnya ia berjalan ke sana ke mari yang harus kau kejar dengan peluh

dengan gaya tutup mulutnya dari masakan yang kau buat....


Bersabarlah wahai ibu....

dengan 'perlengkapan' perang anak berupa sendok dan gunungan tanah di terasmu

dengan robekan majalah yang bertebaran serpihannya dan selipan di antara sofamu


Dengan rasa percaya dirinya yang amat besar tak mau kau suapi walau belepotan

dengan pilah-pilihnya dia pada baju kesayanganya walau sudah kumal


Dengan seabreg rutinitas mengobrak-abriksusunan buku di dalam rak bukumu...


Bersabarlah wahai ibu....

jangan kau buat luka yang tak pernah kering dengan bentakanmu

jangan kau pupuskan harapannya dengan merendahkan percobaanya, walau hasilnya berantakan, karena kurang sabarnya kau melihat ia berlatih menyuapi dirinya


Jangan kau hambat perkembangan otaknya dengan ribuan larangan yang sebenarnya tak berbahaya bagi dirinya, hanya karena lelahnya kau rapikan peralatan percobaannya...

Bersabarlah wahai ibu....


Jangan kau paksakan didikan generasimu diturunkan padanya, yang sejatinya masanya dan masamu jauh berbeda, begitu pula kebutuhannya dan kebutuhanmu kala itu berbeda


Jangan kau tanyakan kenapa dan kenapa terus menerus ketika ia melakukan kesalahan, karena sejatinya ia tak mengerti kesalahan yang ia perbuat


Berlemah lembutlah dalam menegur kelalaiannya...

bukankah kelembutan menghasilkan kebaikan?


Bersabarlah wahai ibu....

belajarlah tak mengenal lelah dalam tahapan perkembangannya.


Berjiwa besarlah wahai ibu, dalam menghadapi semua kekurangannya


Pecutlah semangat perbaikan akhlakmu yang kan menyelaraskan baiknya akhlak anakmu...


Luruskanlah dan perbaharuilah setiap niatmu dalam mendidik anak, yang kelak semoga mencetak generasi berikutnya menjadi lebih baik....

karena....


Tak terasa waktu bergulir amat cepat....

Putri manismu yang dulu selalu meminta digendong ke sana ke mari...

sampai - sampai memasakpun ia merajuk untuk digendong, karena penasarannya pada apa yang ada dalam kuali....


Tak terasa tau-tau ia sudah tumbuh dewasa dan menjadi seorang gadis yang tak bisa lagi kau gendong...

tak mau lagi kau ciumi dengan manja...


Tak memintamu lagi, untuk jalan-jalan sore, menatap daun-daun kekuningan dengan sepeda mininya lagi...


Tak bisa lagi kau ciumi wangi keringat di pagi harinya....

Ya! kini ia sudah jauuuhhh di depanmu....

Tak terasa waktu bergulir amat cepat....

Putra kecilmu yang dulu selalu meminta mainan baru

yang setiap pagi, seusai mandi, mengeluarkan pritilan robot robotan yang tak terbilang banyaknya di lantai ruang mainnya yang sudah kau rapikan....


Yang kadang merengek sesenggukan meminta main hujan-hujanan....


Yang dengan wajah 'sandiwara' nya memerankan jagoan kesukaannya sambil tertawa...


Kini....

Ia tak bisa lagi kau gendong...

Ia tak mau lagi kau ajak bermain kucing-kucingan...

Ia tak mampu lagi kau jewer telinganya, karena tak mendengar titahmu...


Kini ia sudah dewasa, suaranya sudah berat dan dadanya tegap....


Ukirlah masa indah mereka dengan segunung kesabaranmu, karena masa-masa indah itu hanya sebentar, sebagaimana sebentarnya matahari terbenam di waktu senja....







๐Ÿƒ๐Ÿ‚๐Ÿƒ๐Ÿ‚๐Ÿƒ๐Ÿ‚๐Ÿƒ๐Ÿ‚๐Ÿƒ๐Ÿ‚

[25/11 09.33] endarkumari: Renungan diri

Manusia hnyalah pengendara

Di atas punggung usianya

Di gulung hari . Bulan. Taun


Nafas kita terus berjalan

Seiring berjalan nya waktu

Setia menuntun manusia menuju gerbang kematian


Sebenarnya dunialah yang semakin kita jauhi

Dan Liang kuburlah yng semakin kita dekati


Satu hari berlalu artinya satu hari umur berkurang 

Usia kita yang tersisa

  di hari ini


Sungguh tk ternilai harganya

Sebab esok hari belum tentu jadi bagian dari hidup kita

Salam sejahtera buat yng baca

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Sahabat Nabi SAW

Inspirasi Pagi