Postinganku Hari Ini

Inspirasi Pagi :


Satu hal yang tidak bisa diwakilkan untuk kesehatanmu, yaitu Olah Raga.

Kamu harus melakukannya sendiri.


"Jaga dan pelihara jiwa dan ragamu karena itu yang akan bahagiakan hidupmu" (Nasihat Praktisi Kesehatan)


Tetap Semangat.

--------

HJS

[9/11 05.57] endarkumari: 𝗛𝗶𝗸𝗺𝗮𝗵 𝗣𝗮𝗴𝗶


Jika setan memandangmu lalu melihatmu tekun dalam ketaatan kepada Allah, ia akan berusaha menggoda dan menjerumuskanmu. Namun ketika ia dapati engkau tetap teguh di jalan itu, ia pun lelah dan meninggalkanmu. Tetapi bila ia melihatmu kadang begini dan kadang begitu/sekali taat, lalu lalai, maka saat itulah ia menaruh harapan besar padamu [Hasan Al-Bashri rahimahullah]


===========

إِذَا نَظَرَ إِلَيْكَ الشَّيْطَانُ فَرَآكَ مُدَاوِمًا فِي طَاعَةِ اللَّهِ، فَبَغَاكَ وَبَغَاكَ، فَرَآكَ مُدَاوِمًا مَلَّكَ وَرَفَضَكَ، وَإِذَا كُنْتَ مَرَّةً هَكَذَا وَمَرَّةً هَكَذَا طَمِعَ فِيكَ (الزهد والرقائق لابن المبارك ٧)

[9/11 06.03] endarkumari: Syafaat di Tepi Neraka


Ketika umat Nabi Muhammad ﷺ yang berada di dalam neraka mendengar seruan, mereka pun menjerit dengan suara yang mengguncang seluruh penjuru neraka.


“Duh Muhammad… Duh Abu al-Qasim… Wahai Muhammad! Wahai yang selalu berbuat baik kepada para janda dan anak yatim! Wahai pembawa kabar gembira di hari kiamat! Wahai pembuka pintu-pintu surga! Wahai penutup pintu-pintu neraka bagi umatmu! Wahai pemberi syafaat bagi umatmu! Kami ini orang-orang lemah dari kalangan umatmu yang tidak kuasa menahan panas api… Tolonglah kami dengan syafaatmu, agar kami dapat masuk ke dalam surga…”


Salah seorang dari mereka bahkan mengangkat kedua tangannya ke telinga, seperti orang yang sedang mengumandangkan azan, lalu berteriak sekeras-kerasnya,

“Kami adalah umat Muhammad…! Kami adalah umat Muhammad…!”


Mendengar seruan itu, Malaikat Malik — penjaga neraka — mendekati surga, dan berkata kepada Rasulullah ﷺ yang saat itu sedang menikmati kenikmatan surga:


“Wahai Muhammad… Engkau tengah menikmati surga, sementara umatmu yang lemah memohon pertolonganmu. Tolonglah mereka, sebab mereka adalah umatmu yang tak kuat menahan panas api.”


Begitu perkataan itu sampai kepada Rasulullah ﷺ, beliau segera bangkit dari tempat tidurnya, meneteskan air mata, lalu memanggil Buraq-nya.

Beliau berkata dengan suara gemetar,

“Cepat, wahai Buraq… cepatlah! Umatku adalah orang-orang lemah yang tidak kuat menahan panas api!”


Rasulullah ﷺ pun menaiki Buraq dan turun di tepi Jahanam. Saat mendengar jeritan umatnya, beliau menangis. Suara tangisnya mengguncang langit neraka, dan umatnya yang terbakar pun ikut menangis bersamanya.


Rasulullah ﷺ berkata,

“Hai Malik, keluarkanlah umatku dari neraka ini!”


Namun Malaikat Malik menjawab dengan penuh hormat,

“Duh Muhammad… Aku tidak bisa mengeluarkan mereka, selama aku belum mendapatkan perintah dari Allah.”


Maka Rasulullah ﷺ turun dari Buraq, menghadap ke arah tiang Arsy, lalu bersujud dengan penuh kerendahan.

Dalam sujudnya beliau berdoa:


“Ya Allah… bukankah Engkau telah berjanji kepadaku untuk tidak membakar umatku di neraka?”


Lalu Allah ﷻ menjawab,

“Hai Muhammad, mereka telah melupakanmu dan meninggalkan syariatmu di dunia. Karena itu Aku pun membuat mereka lupa terhadap syafaatmu. Namun sekarang, berilah mereka syafaat.”


Maka Rasulullah ﷺ pun mengangkat kepalanya, dan dengan izin Allah, beliau memberi syafaat kepada umatnya yang beriman, meski pernah berdosa. Mereka pun dikeluarkan dari neraka, satu per satu, hingga wajah mereka bersih dari bara api.


Sementara orang-orang kafir tetap tinggal di dalamnya.

Melihat hal itu, mereka berkata dengan penuh penyesalan:

“Andai saja dulu kami menjadi orang-orang Muslim, tentu kami juga akan dikeluarkan dari neraka seperti mereka…”


Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata:

“Orang-orang kafir di akhirat nanti sering berharap, seandainya dahulu mereka menjadi orang-orang Muslim.”


Sebagaimana firman Allah ﷻ dalam Al-Qur’an:


"Orang-orang kafir itu kelak akan berkata, ‘Alangkah baiknya sekiranya dahulu kami menjadi orang-orang Muslim.’”

(QS. Al-Hijr: 2)


Peristiwa agung ini terjadi setelah umat Islam yang berdosa disiksa di neraka, kemudian mendapat izin Allah untuk memperoleh syafaat dari Rasulullah ﷺ — sang pembawa rahmat bagi seluruh alam.


Semoga Allah Yang Maha Pengasih melindungi kita dari panasnya api neraka, dan memasukkan kita ke dalam golongan yang mendapat syafaat Rasulullah ﷺ di hari kiamat kelak.


(Diriwayatkan dalam Musnad Ahmad bin Hanbal)

[9/11 07.14] endarkumari: ☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


*السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ*


_Sejenak Pagi_


*MUSTAJABNYA DOA ORANG TUA PADA ANAKNYA*


Dari Anas bin Malik radhiallahu'anhu, 

Rasululloh ﷺ bersabda:


*"Ada tiga doa yang tidak tertolak:* 

_[1] doa orang tua (kepada anaknya)_ 

_[2] orang orang yang berpuasa_ 

_[3] doa orang yang sedang safar"_ 

(HR. Al Baihaqi dalam Sunan-nya no. 6619).


Dalam riwayat lain:

*"Ada tiga doa yang mustajab tanpa diragukan lagi:_*

_[1] doa orang yang terzalimi_ 

_[2] doa orang yang sedang safar_ 

_[3] doa orang tua kepada anaknya"_

 (HR. At Tirmidzi no. 1905).


Hadits ini menunjukkan doa orang tua kepada anaknya itu mustajab. Baik doa ayah maupun doa ibu. 


Namun doa ibu lebih mustajab lagi. Al Munawi rahimahulloh menjelaskan:

"[doa orang tua kepada anaknya] diijabah karena rasa sayang orang tua yang tulus kepada anaknya, dan orang tua banyak mendahulukan anaknya daripada dirinya sendiri.

Sehingga kita doa disertai rasa sayang yang tulus, mengakibatkan dikabulkan doanya. 


Dalam hadits ini tidak disebutkan lafadz "al walidah" (ibu) padahal ibu lebih ditekankan lagi haknya dan lebih besar kemungkinan dikabulkan doanya daripada ayah, ini dikarena keutamaan ibu sudah ma'lum (diketahui semua orang)"

(Faidhul Qadir, 3/301).


Yang perlu kita renungkan setelah mengetahui ini:

* Carilah doa kebaikan dari orang tua kita.

* Berusahalah agar orang tua tidak mendoakan keburukan pada kita.

* Doakan kebaikan bagi anak² kita.

* Tahan lisan dari doa keburukan terhadap anak² kita.


_Allahumma Sholli 'Ala Sayyidina Muhammad, Wa 'ala Aali Sayyidina Muhammad_*


Wallahu A'lam Bisshawab.


Ya Alloh, jadikanlah awal hariku ini sebagai kesuksesan dan akhirnyapun dipenuhi dengan keberhasilan serta pertengahan diliputi dengan kebaikan.


Ya Alloh, sampaikanlah sholawat kepada Rasululloh ﷺ dan keluarganya. Jadikanlah kami termasuk orang yang bertaubat kepadaMu, lalu Engkau menerima taubatnya dan orang yang bertawakkal kepadaMu, lalu Engkau melindungi dan orang yang merendah di hadapanMu, lalu Engkau Mengasihinya.


*Robbana Taqobbal Minna*

Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), *Aamiin yarobbal alamiin,..🤲*


                         😊🙏❤️

[9/11 09.40] endarkumari: ألسلام عليكم ورحمة ٱلله وبركاته


 ```Hindarilah tontonan yg menjadikan hati keras, banyak angan-angan, semakin cinta dunia, kagum dengan kehidupan mewah orang lain.


Sebab tak sedikit dari kita yang akhirnya timbul rasa iri, mengeluh dengan takdir, enggan bersyukur, bahkan ada pula yang meniru atau terpengaruh oleh gaya para selebritis & kehidupan glamor orang² kaya.


Dan akhirnya ada yg nekat melakukan maksiat, menjual narkoba, korupsi, durhaka pada orang tua, terlilit utang, pergi ke dukun, merampok, terjerat dlm riba, menipu, menjual kehormatan, dll.


Semua itu karena demi tuntutan gaya hidup, dan ingin dapat memiliki segalanya agar terlihat bernilai di hadapan manusia.


Karena itu sikap seorang muslim yg benar, hendaklah dia selalu melihat orang berada di bawahnya dlm masalah harta agar dia bisa bersyukur, bkn sebaliknya justru senang melihat yg berada di atasnya sehingga seringkali menjadikan lupa untuk bersyukur.. .```

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Sahabat Nabi SAW

Inspirasi Pagi