Postinganku Hari Ini
๐๐ถ๐ธ๐บ๐ฎ๐ต ๐ฃ๐ฎ๐ด๐ถ
Jika Allah memang tak berkehendak meng-ijabah doamu, tentu Dia tak akan meng-ilhamimu 'tuk berdo'a [Ibnul Qayyim rahimahullah]
===========
ูู ูู ูุฑุฏ ุงููู ุฅุฌุงุจุฉ ุฏุนุงุฆู، ูู ุง ุฃููู ู ุงูุฏุนุงุก (ุนุฏุฉ ุงูุตุงุจุฑูู ูฆู )
[19/7 07.03] EndraKumari: Inspirasi Pagi :
Jadilah seperti kedua kaki yang berjalan.
Kaki yang berjalan ke depan tidak memiliki kebanggaan dan kaki yang berjalan ke belakang juga tidak merasa malu, karena keduanya mengetahui bahwa situasi mereka akan bergantian.
“Dan hari-hari, Kami putarkan di antara manusia.” (QS. AlImran 140)
Tetap Semangat.
———-
*HJS*
[19/7 07.03] EndraKumari: ุจِุณْููููููููููููููููููููููู ุงِّููู ุงูุฑَّุญْู َِู ุงูุฑَّุญِْูู
ุงูุณูุงู ุนูููู ู ุฑุญู ุฉ ุงููู ูุจุฑูุงุชู
ุงูููู ุตู ุนูู ู ุญู ุฏ ูุนูู ุงู ู ุญู ุฏ
๐" SETIAP MANUSIA DI CIPTAKAN DENGAN COBAAN MASING-MASING. UNTUK MENGUJI KEIMANANNYA
Ada yang Allah uji dengan kesendirian yang tak kunjung berakhir.
Ada yang bisa menikah, namun mendapat pasangan nirakhlak.
Ada yang mendapat pasangan baik, namun kekurangan harta.
Ada yang memiliki harta melimpah, namun sulit mendapat keturunan.
Ada yang dikaruniai keturunan, namun Allah uji dengan penyakit berat.
Ada yang anaknya sehat, namun menjadi anak durhaka.
Ada yang memiliki banyak anak, namun Allah jemput dulu pasangannya.
Setiap manusia itu diciptakan dengan cobaan masing² untuk menguji keimanannya.
Saat kita melihat kenikmatan orang lain, mulailah berpikir,
"Bisa jadi, dia punya ujian lain yang aku tak sanggup memikulnya."
Mari berhenti meratapi kekurangan yang kita miliki. Mulailah mensyukuri jutaan nikmat yang telah Allah beri
[19/7 07.03] EndraKumari: ๐ Catatan: AHLI IBADAH YANG TERTIPU OLEH AMAL SENDIRI
*Kisah Abu bin Hasyim dan Malaikat Pencatat Pecinta Allah*
๐ Kisah Utuh Abu bin Hasyim
Ada seorang ahli ibadah bernama Abu bin Hasyim. Ia terkenal sebagai seorang yang tak pernah meninggalkan shalat tahajud selama bertahun-tahun. Tak peduli dingin malam atau kelelahan siang, ia selalu bangkit menghadap Allah di waktu sepertiga malam, bersujud dan menangis dalam munajatnya.
Suatu malam, seperti biasa, ia bangun dan hendak mengambil air wudhu. Namun, ia terkejut melihat sesosok makhluk bercahaya duduk di bibir sumur. Dengan sedikit gentar ia bertanya:
"Wahai hamba Allah, siapakah engkau?"
Makhluk itu menjawab dengan tenang sambil tersenyum:
"Aku adalah malaikat utusan Allah."
Abu bin Hasyim sangat terkejut sekaligus merasa bangga, karena kedatangan seorang malaikat bukanlah hal yang biasa. Ia lalu bertanya:
"Apa tujuanmu datang malam ini?"
Malaikat menjawab:
"Aku diperintahkan Allah untuk mencari dan mencatat nama-nama hamba yang mencintai Allah dengan sepenuh hati."
Di tangan malaikat tersebut ada sebuah kitab besar yang berkilau cahayanya. Melihat itu, Abu pun bertanya dengan penuh harap:
"Wahai malaikat... apakah namaku tertulis di kitab itu?"
Malaikat membuka kitab tersebut, dan setelah mencarinya beberapa saat, ia menjawab:
> "Tidak, namamu tidak ada di daftar para pecinta Allah."
Abu bin Hasyim terkejut dan gemetar. Ia menangis sejadi-jadinya.
>"Selama ini aku bangun malam demi Allah... selama ini aku tinggalkan tidurku... mengapa namaku tidak ada di situ?"
Malaikat menjawab dengan tegas namun lembut:
"Engkau memang rajin ibadah. Engkau bangun saat yang lain tidur. Engkau menangis dalam tahajud. Tapi... ibadahmu hanya untuk dirimu sendiri."
"Engkau sibuk dengan ibadahmu, tapi tidak peduli kepada orang-orang sekitarmu. Engkau tidak memperhatikan tetanggamu yang kelaparan, tidak menjenguk yang sakit, tidak membantu yang kesulitan. Engkau tidak mengasihi hamba-hamba Allah... bagaimana Allah akan mencintaimu?"
"Dan lagi... dalam banyak kesempatan, engkau bercerita tentang amal ibadahmu dengan bangga, meski hanya tersirat. Itulah sebabnya tangan ini dilarang mencatat namamu dalam kitab para pecinta Allah."
Mendengar itu, Abu bin Hasyim tersungkur. Ia menangis dalam-dalam. Hari itu menjadi titik taubatnya, bukan untuk meninggalkan ibadah malam, tetapi untuk membenahi niat dan memperluas cinta serta kasihnya pada sesama.
๐ Pelajaran Ceramah: Cermin Diri Sang Ahli Ibadah
1. Ibadah bukan hanya ritual pribadi, tetapi juga sosial.
2. Cinta kepada Allah sejati mencerminkan kasih kepada hamba-hamba-Nya.
3. Kesempurnaan agama adalah dalam dua pilar:
แธฅablum minallฤh (hubungan dengan Allah),
แธฅablum minannฤs (hubungan dengan manusia).
๐ Dalil Al-Qur’an & Hadits
✅ 1. Surah Al-Mฤสฟลซn:
> ุฃَุฑَุฃَْูุชَ ุงَّูุฐِู َُููุฐِّุจُ ุจِุงูุฏِِّูู َูุฐََِٰูู ุงَّูุฐِู َูุฏُุนُّ ุงَْููุชِูู َ ََููุง َูุญُุถُّ ุนََٰูู ุทَุนَุงู ِ ุงْูู ِุณِِْููู
"Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim dan tidak mendorong memberi makan orang miskin." (QS. Al-Mฤสฟลซn: 1-3)
➤ Tafsir: Ibadah tanpa kasih pada sesama adalah bentuk pendustaan terhadap hakikat agama.
✅ 2. Hadits Riwayat al-Thabarani:
> ุฎَْูุฑُ ุงَّููุงุณِ ุฃََْููุนُُูู ْ َِّูููุงุณِ
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”
✅ 3. Hadits Riwayat Muslim:
> َูุงَُّููู ِูู ุนَِْูู ุงْูุนَุจْุฏِ ู َุง َูุงَู ุงْูุนَุจْุฏُ ِูู ุนَِْูู ุฃَุฎِِูู
“Allah akan selalu menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya.”
✅ 4. Hadits tentang riya’ (pamer amal):
> ุฅَِّู ุฃَุฎََْูู ู َุง ุฃَุฎَุงُู ุนََُْูููู ُ ุงูุดِّุฑُْู ุงْูุฃَุตْุบَุฑُ، ุงูุฑَِّูุงุกُ
"Yang paling aku takutkan menimpa kalian adalah syirik kecil: yaitu riya’ (pamer amal)." (HR. Ahmad)
๐ง Pandangan Salafus Shalih & Ulama
๐น Imam Al-Ghazali (Iแธฅyฤ Ulumuddin):
> “Amal ibadah yang tidak menumbuhkan rasa rahmat, kasih sayang, dan kepedulian kepada sesama adalah amal yang rusak niatnya.”
๐น Syaikh Abdurrazzaq Al-Badr:
> “Tanda orang yang benar cinta kepada Allah ialah menyayangi makhluk Allah dan peduli terhadap kebutuhan mereka.”
๐ Fatwa dan Pandangan Ulama Dunia
๐ธ Majelis Ulama Indonesia (MUI):
> "Ibadah harus memiliki dimensi sosial. Tidak sempurna puasa, zakat, atau tahajud jika kehidupan sosial diabaikan."
๐ธ Yusuf Al-Qaradawi:
> “Ibadah itu bukan hanya mendekatkan diri kepada Allah, tapi harus menjadikan kita lebih baik kepada sesama manusia.”
๐งญ Penutup & Renungan:
Mari kita renungi…
> Apakah kita sedang tersibukkan dengan amal ritual, namun melupakan tetangga lapar?
Apakah kita mengejar pujian atas ibadah, tapi melalaikan cinta dan kasih?
Apakah kita menjadi hamba yang hanya mencintai surga, atau benar-benar mencintai Allah dan makhluk-Nya?
๐ค Akhir Ceramah & Ajakannya:
> “Mari kita koreksi diri. Jangan biarkan ibadah kita hanya sebatas rutinitas. Jadikan ibadah sebagai cara mencintai Allah, dan bukti cinta itu adalah kasih kepada sesama.”
๐ฟ Perbanyak tahajud, kuatkan niat, ringankan tangan untuk berbagi.
๐คฒ Semoga kita semua kelak tertulis dalam Kitab Pecinta Allah... Aamiin.
[19/7 07.03] EndraKumari: MUNAJATQU
ุงูุณูุงู ุนูููู ูุฑุญู ุฉ ุงููู ูุจุฑูุงุชู
ุจุณู ุงููู ุงูุฑุญู ู ุงูุฑุญูู
ุงَْูุญَู ْุฏُ َِّููู ุฑَุจِّ ุงْูุนุงَูู َِูู
ุงََُّูููู َّ ุตَِّู ุนَٰูู ุณَِّูุฏَِูุง ู ُุญَู َّุฏٍ َูุนَٰูู ุขِู ุณَِّูุฏَِูุง ู ُุญَู َّุฏٍ
Ya Allaah,TERIMA KASIH atas
kehidupan hari ini untuk NAFAS dan REZEKI yang Engkau limpahkan...
Jadikanlah permulaan hari ini penuh dengan KEBAIKAN, pertengahannya membawa KEJAYAAN dan pengakhirannya suatu KEBERUNTUNGAN..
Jadikan awalnya RAHMAT pertengahannya NIKMAT dan penghujungnya PENUH BERKAH.
Ya Allaah,
Lembutkan hati-hati kami. Berikanlah kami kebaikan dunia dan akhirat.
Ya Allaah
Jadikan hari ini sebagai pembuka rezeki dan keberkahan, pintu kebaikan, kesehatan, keselamatan dan pintu syurga bagi kami semua.
Ya Allaah ya Robb ampunilah segala dosa-dosa yang telah Kami perbuat selama kami Menjalani kehidupan ini. Dosa yang disengaja maupun yang tidak disengaja, dosa yang besar maupun dosa yang sangat kecil sekalipun. Jauhkan lah Kami dari siksa api neraka..
Ya Allaah Jangan sentuh Kami dengan panasnya hawa api neraka.. Jadikanlah Kami anak yang Sholeh/Sholehah, jadikan Kami penghuni Syurga-MU kelak.
๏บ๏ปฃِ๏ปดْ๏ปฆُ ๏ปณَ๏บ ๏บญَ๏บَّ ๏บ๏ปْ๏ปَ๏บ๏ปَ๏ปคِ๏ปดْ๏ปฆ
Komentar
Posting Komentar