Postinganku Hari Ini

๐—›๐—ถ๐—ธ๐—บ๐—ฎ๐—ต ๐—ฃ๐—ฎ๐—ด๐—ถ


Kesempurnaan dalam bertetangga diwujudkan melalui empat perkara: pertama, membantu tetangga dengan apa yang kita miliki; kedua, tidak merebut apa yang dimiliki tetangga; ketiga, tidak menyakiti tetangga; dan keempat, bersabar menghadapi perilaku buruk tetangga [Muhammad As-Samarqandi rahimahullah]



===========

ุชَู…َุงู…ُ ุญُุณْู†ِ ุงู„ْุฌِูˆَุงุฑِ ‌ูِูŠ ‌ุฃَุฑْุจَุนَุฉِ ‌ุฃَุดْูŠَุงุกَ: ุฃَูˆَّู„ُู‡َุง ุฃَู†ْ ูŠُูˆَุงุณِูŠู‡ِ ุจِู…َุง ุนِู†ْุฏَู‡ُ.ูˆَุงู„ุซَّุงู†ِูŠ ุฃَู†ْ ู„َุง ูŠَุทْู…َุนَ ูِูŠู…َุง ุนِู†ْุฏَู‡ُ. ูˆَุงู„ุซَّุงู„ِุซُ ุฃَู†ْ ูŠَู…ْู†َุนَ ุฃَุฐَุงู‡ُ ุนَู†ْู‡ُ. ูˆَุงู„ุฑَّุงุจِุนُ ุฃَู†ْ ูŠَุตْุจِุฑَ ุนَู„َู‰ ุฃَุฐَุงู‡ُ (ุชู†ุจูŠู‡ ุงู„ุบุงูู„ูŠู† ูขูคู )

[21/7 06.11] EndraKumari: Inspirasi Pagi :


Sesekali berkunjunglah ke tiga tempat : Rumah Sakit, Penjara dan Kuburan.


Kau akan bersyukur karena SEHAT.

Kau akan bersyukur karena BEBAS.

Kau akan bersyukur karena masih HIDUP.


Ternyata hanya orang mati yang tidak bisa bersyukur.


"Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya." (QS. Annahl 18)


Tetap Semangat

----------

HJS

[21/7 06.11] EndraKumari: ☘️❄️๐Ÿฅ€❄️☘️

MENGHADAPI FITNAH AKHIR ZAMAN

☘️❄️๐Ÿฅ€❄️☘️


❄️۞ุจِุณْู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู…ِ ุงู„ู„ّู‡ِ ุงู„ุฑَّุญْู…َู†ِ ุงู„ุฑَّุญِูŠْู…۞☘️

❄️۞ุงู„ุณَّู„ุงَู…ُ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ูˆَุฑَุญْู…َุฉُ ุงู„ู„ّู‡ِ ูˆَุจَุฑَูƒَุงุชُู‡۞☘️

❄️۞ุงَู„ู„ู‡ُู…َّ ุตَู„ِّ ุนَู„َู‰ ู…ُุญَู…َّุฏٍ ูˆَุนَู„َู‰ ุขู„ِ ู…ُุญَู…َّุฏٍ ๏ทบ۞☘️


Kita hidup di akhir zaman, sebuah masa yang penuh tantangan dan fitnah. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah diutus sebagai tanda dekatnya hari kiamat, sebagaimana dijelaskan dalam berbagai riwayat. Zaman ini semakin mendekati akhirnya dengan ditandai oleh banyak fitnah, baik fitnah syahwat maupun syubhat.


Fitnah Syubhat dan Syahwat

Fitnah syahwat berkaitan dengan dorongan hawa nafsu, sementara fitnah syubhat lebih berbahaya karena terkait dengan keraguan, salah paham, dan penyimpangan pemahaman. Di era serba digital ini, informasi begitu mudah diakses melalui internet. Namun, seringkali banyak orang berbicara tentang hal-hal yang tidak mereka pahami, sehingga menyebarkan kesalahan dan menimbulkan keraguan di tengah masyarakat.


"Sesungguhnya menjelang datangnya hari Kiamat akan muncul banyak fitnah besar bagaikan malam yang gelap gulita, ..." (HR. Imam Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah, dan al-Hakim dalam al-Mustadrak)

Sebagaimana perkataan Ibnu Hajar Al-Asqalani,


"Barangsiapa yang berbicara tentang sesuatu yang bukan bidangnya, maka ia akan memunculkan banyak keanehan." (Fathul Bari 3/584)

Oleh karena itu, memilih sumber ilmu yang benar adalah kunci untuk menjaga diri dari fitnah. Jangan tergesa-gesa berbicara atau berdebat tentang sesuatu yang tidak kita kuasai, karena hal ini dapat menyesatkan diri sendiri maupun orang lain.


Fitnah Duniawi

Allah subhanahu wa ta'ala telah memperingatkan bahwa harta, anak dan pasangan hidup adalah ujian bagi manusia. Tidak sedikit yang terfitnah oleh kenikmatan dunia, seperti kekayaan atau jabatan, sehingga ukhuwah dan solidaritas terganggu. Dalam menghadapi fitnah ini, kita perlu memahami bahwa segala sesuatu di dunia adalah amanah dan ujian dari Allah.


"Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan." (QS. Al-Kahfi ayat 46)

Harta yang seharusnya menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah seringkali justru menjadi sumber keretakan hubungan. Oleh karena itu, kita harus selalu waspada agar tidak terjerumus dalam cinta dunia yang berlebihan, yang dapat menjauhkan kita dari tujuan hidup yang sebenarnya.


"Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar. (QS. At-Taghabun ayat 15)

Iman dan Ilmu

Untuk menghadapi berbagai fitnah, kita memerlukan benteng yang kokoh berupa iman dan ilmu. Membaca, memahami dan mengamalkan Al-Qur'an adalah langkah utama untuk memperkuat iman. Selain itu, mempelajari kisah para nabi dan sahabat yang telah melalui berbagai ujian dapat menjadi sumber inspirasi bagi kita untuk bersabar dan teguh dalam menghadapi tantangan.


"Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu." (QS. Al-Mujadalah ayat 11)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga mengajarkan pentingnya menjaga lisan. Perkataan yang tidak bermanfaat dapat menjadi pintu masuk fitnah, sehingga membiasakan diri untuk berbicara hanya hal-hal yang baik akan menjauhkan kita dari masalah. Hindari perdebatan yang tidak perlu, dan bergaullah dengan orang-orang saleh yang dapat mengingatkan kita kepada kebaikan.


"Seseorang itu tergantung agama teman dekatnya. Oleh karena itu, hendaklah kalian memperhatikan siapa yang dijadikan sebagai teman dekat." (HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Ahmad)

Doa dan Ikhtiar

Selain memperkuat iman dan ilmu, jangan lupakan kekuatan doa. Rasulullah mengajarkan kita untuk senantiasa memohon perlindungan kepada Allah dari fitnah akhir zaman. Dengan doa yang tulus, kita memohon agar Allah menjaga hati kita tetap istiqamah dalam kebenaran.


"Ya Alah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari sifat kikir, aku berlindung kepada-Mu dari ketakutan, aku berlindung kepada-Mu dari kepikunan, aku berlindung kepada-Mu dari fitnah dunia, dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur." (HR Bukhari no. 2822)

Di tengah fitnah yang melanda, mari perbarui niat kita untuk selalu mendekat kepada Allah. Jadikan iman sebagai pegangan dan ilmu sebagai penerang dalam menjalani kehidupan. Dengan penguatan akidah dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat menjadi benteng terakhir dari fitnah-fitnah yang mengancam iman.


Semoga Allah subhanahu wa ta'ala senantiasa menjaga iman kita, melindungi kita dari fitnah, dan membimbing kita untuk selalu berada di jalan yang lurus. Mari jadikan akhir zaman ini sebagai momentum untuk memperbaiki diri, meningkatkan amal, dan menguatkan ukhuwah. Hanya dengan demikian kita dapat meraih keselamatan dunia dan akhirat.


Semoga bermanfaat๐Ÿ™

Wallahu a'lam bish-shawab,

Barakallahu fiikum.

[21/7 06.11] EndraKumari: ๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€


*ุงู„ุณَّู„ุงَู…ُ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ูˆَุฑَุญْู…َุฉُ ุงู„ู„ู‡ِ ูˆَุจَุฑَูƒَุงุชُู‡ُ*


_Sejenak Pagi_


*Menginfakkan Harta di Jalan Alloh Ta'ala*


Alloh Ta'ala berfirman:

*"Siapa yang mau meminjamkan kepada Alloh pinjaman yang baik, maka Alloh akan melipatgandakan (balasan) pinjaman itu untuknya, dan dia akan memperoleh pahala yang banyak."*

(QS. Al-Baqarah: 245)


Ayat ini menekankan pentingnya berinfak dan bersedekah di jalan Alloh Ta'ala. 


Alloh Ta'ala menjanjikan balasan yang berlipat ganda bagi mereka yang mau meminjamkan harta mereka untuk kepentingan agama dan kemaslahatan umat.


Dalam ayat ini, Alloh Taala menggunakan kata *"pinjaman yang baik"* untuk menggambarkan infak dan sedekah yang dilakukan dengan ikhlas dan tanpa mengharapkan balasan dari manusia. 


Alloh Ta'ala menjanjikan bahwa balasan yang diterima akan jauh lebih besar daripada apa yang telah diberikan.


Ayat ini juga menekankan pentingnya memiliki sifat dermawan dan suka memberi. Orang yang memiliki sifat ini akan memperoleh pahala yang banyak dan akan mendapatkan keberkahan dalam hidupnya.


Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat mengamalkan ayat ini dengan cara:

๐Ÿ”นBerinfak dan bersedekah kepada orang yang membutuhkan

๐Ÿ”นMendukung kegiatan sosial dan kemanusiaan

๐Ÿ”นMemberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan


Dengan mengamalkan ayat ini, kita dapat memperoleh pahala yang banyak dan mendapatkan keberkahan dalam hidup kita. 


Semoga kita dapat menjadi hamba Alloh Ta'ala yang dermawan dan suka memberi.


*_Allahumma Sholli 'Ala Sayyidina Muhammad, Wa 'ala Aali Sayyidina Muhammad_*


*_Yaa Sayyidi Yaa Rosululloh,.._*

*_Yaa Sayyidi Yaa Rosululloh,.._*

*_Yaa Sayyidi Yaa Rosululloh,.._*


Wallahu A'lam Bisshawab.


Ya Alloh, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang. Dengan rahmat dan pertolongan Mu kami hidup dan dengan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk).


Ya Alloh, sungguh aku meminta kepada-Mu dengan cahaya wajah-Mu yang langit dan bumi bercahaya karena-Nya agar Engkau menjadikan aku dalam pemeliharaan-Mu, pengawasan-Mu, dan di bawah penjagaan-Mu.


*Robbana Taqobbal Minna*

Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), *Aamiin yarobbal alamiin,..๐Ÿคฒ*


                          ๐Ÿ˜Š๐Ÿ™❤️

[21/7 06.11] EndraKumari: Mengapa Allah ta'ala mengumpamakan dunia dengan air?


Imam Al-Qurtuby menjelaskan sebab-sebabnya:

1. Karna air tidak menetap dalam satu keadaan, begitupun dunia ini yang tidak menetap dalam satu keadaan.

2. Karna air bisa hilang (menguap/mengering) dan tidak kekal, sama seperti dunia yang akan lenyap dan tidak akan kekal.

3. Karna jika seseorang masuk ke dalam air maka ia pasti basah, sama seperti dunia. Tidak mungkin ada yang selamat dari fitnah dunia.

4. Karna air jika sesuai dengan takarannya maka ia akan bermanfaat, namun jika berlebihan maka ia akan berbahaya dan membinasakan, sama seperti dunia. Jika seseorang memiliki dunia secukupnya maka itu akan mendatangkan manfaat baginya, namun jika berlebih, maka akan membinasakannya.


(Al-Jaami' Li Ahkaamil Qur'an, Al-Qurtuby, [10/412])


Alih bahasa: Joddy Hardiansyah, B.A.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Sahabat Nabi SAW

Inspirasi Pagi