Postinganku Hari Ini
𝗛𝗶𝗸𝗺𝗮𝗵 𝗣𝗮𝗴𝗶
Aku terbaring lemah, sakit parah. Kala itu, tetanggaku yang dikenal sangat sholih datang menjenguk. Dengan lembut ia berkata, "Cobalah amalkan sabda Rasulullah ﷺ: 'Obati orang-orang sakitmu dengan sedekah.'"
Aku segera membeli banyak sekali semangka. Tak lama kemudian, berkumpullah sekelompok fakir miskin dan anak-anak. Mereka pun menikmati semangka itu dengan gembira.
Setelah makan, mereka mengangkat tangan, memanjatkan doa kepada Allah agar aku diberi kesembuhan. Demi Allah, sungguh pagi harinya saat aku terbangun, aku merasakan tubuhku pulih sepenuhnya. Semua ini semata-mata berkat karunia Allah [Abu Bakr Al-Khobbazi rahimahullah]
===========
مَرِضْتُ مَرَضًا خَطرًا فَرَآنِي جَارٌ لِي صَالِحٌ فَقَالَ اسْتَعْمِلْ قَوْلَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ دَاوُوا مَرْضَاكُمْ بِالصَّدَقَةِ فَاشْتَرَيْتُ بِطِّيخًا كَثِيرًا وَاجْتَمَعَ جَمَاعَةٌ مِنَ الْفُقَرَاءِ وَالصِّبْيَانِ فَأَكَلُوا وَرَفَعُوا أَيْدِيَهُمْ إِلَى اللَّهِ ﷿ وَدَعَوْا لِي بِالشِّفَاءِ فَوَاللَّهِ مَا أَصْبَحْتُ إِلَّا وَأَنَا فِي كُلِّ عَافِيَةٍ مِنَ اللَّهِ (معجم السفر ٢٥١)
[28/7 08.23] EndraKumari: Inspirasi Pagi :
Rasa Khawatir yang berlebihan terhadap masa depanmu adalah; Sikap berburuk sangka kepada Allah Swt.
Rezekimu sudah tertulis dan sesuai takaran.
Damaikan hatimu.
Tetap Semangat
---------
HJS
[28/7 08.23] EndraKumari: ٱلسـلام عليكم ورحمة ٱلله وبركاته
*Semangat Subuh*
Kematian & Jodoh...
Cukuplah kematian saudaramu sebagai nasihat terbaikmu, Dia lebih jujur dalam menasehatimu.
Dia dekat, tapi jauh dari pikiran dan bayang - bayangmu, Dia tidak pandang umur dan warna rambutmu,
Walau raut mukamu belum keriput dan berubah, jika saatnya kamu harus dijemput, dia tetap akan datang dengan paksa.
Dia tidak menunggu taubatmu.
Setiap kali kamu menarik nafas, setiap itulah kamu menariknya agar lebih dekat dengan ajalmu.
Dia lebih pasti datangnya dari pada jodohmu, karena setiap orang pasti kembali, tapi tidak semua orang akan mendapatkan tambatan hati,
Persiapkan bekal menghadapinya sebelum mencari jodoh yang pantas bagimu, karena jodohmu takkan tertukar tapi ajal pasti datang menjemput
Selamat menjalankan aktivitas dan sholat subuh semoga Allah menerima amal ibadah kita semua... Aamiin.
Semoga bermanfaat
-------------------------------------------
[28/7 08.23] EndraKumari: 🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃
*🌟 Secercah 🌟*
" Astagfirullah, betapa waktu berlalu begitu saja tanpa kompromi, tak pernah ambil pusing bagi sesiapa yang abai dalam pemanfaatannya."
🍃 Saudaraku, padahal waktumu pun akan ditanya sebagai nikmat yang menjadi tanggung jawabmu 🍃
🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃
[28/7 08.23] EndraKumari: 𝗞𝗘𝗧𝗔𝗞𝗪𝗔𝗔𝗡 𝗢𝗥𝗔𝗡𝗚 𝗧𝗨𝗔 𝗠𝗘𝗥𝗨𝗣𝗔𝗞𝗔𝗡 𝗦𝗘𝗕𝗔𝗕 𝗨𝗧𝗔𝗠𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗠𝗘𝗡𝗗𝗔𝗣𝗔𝗧𝗞𝗔𝗡 𝗔𝗡𝗔𝗞 𝗬𝗔𝗡𝗚 𝗦𝗛𝗔𝗟𝗜𝗛
Al Imam Ibnu Rajab -nama beliau, Abdurrahman bin Ahmad bin Rajab, wafat 795H- rahimahullahu ta’ala menjelaskan makna hadits,
'Jagalah Allah; niscaya Allah ‘Azza wa Jalla akan menjagamu'
beliau mengatakan,
وحفظ الله لعبده يدخل فيه نوعان :
“Penjagaan Allah terhadap hamba-Nya mencakup dua jenis,
أحدهما : حفظه له في مصالح دنياه ، كحفظه في بدنه وولده وأهله وماله، وقد يحفظُ الله العبدَ بصلاحه بعدَ موته في ذريَّته.
Jenis yang pertama ialah, penjagaan Allah kepadanya dalam hal kepentingan dunianya, seperti menjaga badannya, anaknya, keluarganya dan harta bendanya. Bahkan terkadang Allah menjaga seorang hamba pada anak keturunannya setelah ia wafat dengan sebab ketakwaannya semasa hidup kepada Allah ‘Azza wa Jalla.
النوع الثاني من الحفظ ، وهو أشرف النوعين : حفظُ الله للعبد في دينه وإيمانه ، فيحفظه في حياته من الشبهات المُضِلَّة ، ومن الشهوات المحرَّمة ، ويحفظ عليه دينَه عندَ موته ، فيتوفَّاه على الإيمان
Adapun jenis yang kedua dari bentuk penjagaan Allah, dan ini bentuk yang paling utama, yaitu penjagaan Allah terhadap hamba dalam urusan agama dan keimanannya.
Allah menjaganya semasa hidupnya dari syubhat (pola pikir) yang menyesatkan dan syahwat-syahwat yang diharamkan. Maka Allah akan menjaga agamanya saat ia mati, sehingga Allah pun mewafatkannya di atas keimanan.”
Sumber: Jami'ul Ulum Wal Hikam (jilid: 1/hal. 462)
Ketakwaan Orang Tua sebagai Kunci Utama Membentuk Anak yang Shalih
Membentuk anak yang shalih adalah impian setiap orang tua. Anak yang shalih tidak hanya membanggakan orang tua, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Salah satu faktor utama yang berperan dalam pembentukan karakter anak yang shalih adalah ketakwaan orang tua.
Definisi Ketakwaan
Ketakwaan adalah sikap tunduk, patuh, dan penuh rasa hormat terhadap perintah dan larangan Allah. Orang tua yang bertakwa menjalankan kehidupan sehari-hari sesuai dengan ajaran agama, menjadikannya panduan dalam setiap aspek kehidupan.
Peran Ketakwaan Orang Tua
1. Menjadi Teladan
Orang tua yang bertakwa memberikan contoh nyata kepada anak-anak mereka. Anak-anak cenderung meniru perilaku orang tua mereka. Ketika mereka melihat orang tua menjalankan ibadah dengan khusyuk, bersikap jujur, dan berbuat baik, hal tersebut akan tertanam dalam diri mereka.
2. Menciptakan Lingkungan Positif
Ketakwaan orang tua juga membantu menciptakan lingkungan rumah yang positif. Lingkungan yang dipenuhi dengan nilai-nilai keagamaan dan etika yang baik akan memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan karakter anak.
3. Mengajarkan Nilai-Nilai Keagamaan
Orang tua yang bertakwa tidak hanya memberikan pendidikan formal tetapi juga pendidikan agama. Mereka mengajarkan anak-anak tentang nilai-nilai keagamaan, seperti kejujuran, tanggung jawab, dan empati, yang menjadi landasan untuk menjadi pribadi shalih.
4. Doa dan Harapan
Tidak kalah penting, doa dari orang tua yang bertakwa memiliki kekuatan tersendiri. Mereka senantiasa mendoakan anak-anak mereka agar menjadi pribadi yang shalih dan sukses dalam kehidupan dunia maupun akhirat.
Kesimpulan
Ketakwaan orang tua memainkan peran yang sangat penting dalam membentuk anak yang shalih. Dengan menjadi teladan, menciptakan lingkungan positif, mengajarkan nilai-nilai keagamaan, dan selalu berdoa, orang tua dapat membantu anak-anak mereka tumbuh menjadi individu yang baik dan berakhlak mulia. Oleh karena itu, setiap orang tua sebaiknya senantiasa meningkatkan ketakwaan mereka agar dapat mendidik anak-anak dengan lebih baik.
Rasulullah ﷺ bersabda: "Apabila salah seorang meninggal dunia, maka terputuslah segala amalannya kecuali tiga perkara, yaitu; sedekah yang terus-menerus mengalir, ilmu yang bermanfaat dan anak saleh yang selalu mendoakannya."
Wallahu A'lam
•┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•
Komentar
Posting Komentar