Postinganku Hari Ini

๐—›๐—ถ๐—ธ๐—บ๐—ฎ๐—ต ๐—ฃ๐—ฎ๐—ด๐—ถ


Sebagaimana shalat akan menjauhkan seseorang dari perbuatan keji dan mungkar, demikian pula perbuatan keji akan menjauhkan dari shalat dan kebaikan-kebaikan lainnya [Imam Ghazali rahimahullah]


===========

ูƒَู…َุง ุฃَู†َّ ุงู„ุตَّู„َุงุฉَ ุชَู†ْู‡َู‰ٰ ุนَู†ِ ุงู„ْูَุญْุดَุงุกِ ูˆَุงู„ْู…ُู†ْูƒَุฑِ، ูَูƒَุฐَٰู„ِูƒَ ุงู„ْูَุญْุดَุงุกُ ุชَู†ْู‡َู‰ٰ ุนَู†ِ ุงู„ุตَّู„َุงุฉِ ูˆَุณَุงุฆِุฑِ ุงู„ْุฎَูŠْุฑَุงุชِ (ุฅุญูŠุงุก ุนู„ูˆู… ุงู„ุฏูŠู† ูก/ูฃูฅูฆ)

[27/7 07.21] EndraKumari: Inspirasi Pagi :


Tua itu Pasti.

Tapi Sehat itu Pilihan.

Lebih baik capek karena Olah Raga.

Daripada capek antri dirumah sakit.


Tetap Semangat

--------

HJS

[27/7 07.21] EndraKumari: *SEMUA URUSAN DUNIA JADI KECIL KARENA MENGINGAT KEMATIAN*


Mengapa banyak urusan dunia terasa membebani? Karena kita sering lupa bahwa semuanya bersifat sementara. Ibrahim at-Taimi rahimahullah berkata:

 

ุดูŠุฆุงู† ู‚ุทุนุง ุนู†ูŠ ู„ุฐุฉ ุงู„ุฏู†ูŠุง: ุฐูƒุฑ ุงู„ู…ูˆุช، ูˆุงู„ูˆู‚ูˆู ุจูŠู† ูŠุฏูŠ ุงู„ู„ู‡ - ุนุฒ ูˆุฌู„


 “Dua hal yang memutuskan dariku kenikmatan dunia: mengingat kematian dan (bayangan) berdiri di hadapan Allah ๏ทป.” (Fashl al-Khithab fi az-Zuhd war-Raqa’iq wal-Adab, hlm. 65, Maktabah asy-Syamilah).

 

Seseorang yang hatinya dipenuhi kesadaran akan kematian tidak akan berlebihan dalam mengejar dunia. Gagal dalam memenuhi keinginan dunia, tidak bisa membeli barang yang diinginkan, kehilangan jabatan atau harta—semuanya terasa kecil, karena ia tahu bahwa segalanya akan berakhir. Ka‘ab al-Ahbar rahimahullah berkata:


 ู…َู†ْ ุนَุฑَูَ ุงู„ْู…َูˆْุชَ ู‡َุงู†َุชْ ุนَู„َูŠْู‡ِ ู…َุตَุงุฆِุจُ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ูˆَุบُู…ُูˆู…ِู‡َุง

 

"Barang siapa yang mengenal kematian, maka musibah-musibah dunia dan segala kesedihannya akan terasa ringan baginya." (Hilyah al-Awliya’ wa Thabaqฤt al-Aแนฃfiyฤ’, cetakan as-Sa‘ฤdah, hlm. 44).

 

Allah ๏ทป berfirman:

 

ูƒُู„ُّ ู†َูْุณٍ ุฐَุงูۤ‰ِูٕ‚َุฉُ ุงู„ْู…َูˆْุชِۗ ุซُู…َّ ุงِู„َูŠْู†َุง ุชُุฑْุฌَุนُูˆْู†َ

 

“Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian. Kemudian, hanya kepada Kami kamu dikembalikan.” (QS Al-‘Ankabลซt [29]: 57).

 

Semoga Allah ๏ทป menjadikan kita hamba yang senantiasa mengingat kematian, menjalani hidup dengan hati yang ringan, serta senantiasa mempersiapkan bekal terbaik untuk kembali kepada-Nya.

 

Wallฤhu a‘lam

[27/7 07.21] EndraKumari: ู‡ู…ุณุฉ ุตุจุงุญูŠุฉ

Bisikan Pagi


ุฅุฐุง ุฃุฑุฏุชَ ุงู„ุณุนุงุฏุฉ ูู„ุง ุชู†ุธุฑ ู„ู…ู† ู‚ُุณู… ู„ู‡ُ ุฃูƒุซุฑ ู…ู†ูƒ ، ุจู„ ู„ู…ู† ู‚ُุณู… ู„ู‡ُ ุฃู‚ู„


 


Jika engkau ingin bahagia maka janganlah melihat orang yang hartanya lebih banyak darimu, tapi lihatlah kepada orang yang lebih sedikit darimu hartanya

[27/7 07.21] EndraKumari: ☪️☪️☪️๐Ÿ’ฅ

*UNTUK MEREKA YANG MENOLAK DIAM* 


Tahukah kalian,

bahwa di kedalaman samudra ada makhluk yang tak mengenal diam?

Dialah ikan tuna, sang penjelajah samudra,

yang hidupnya hanya ditopang oleh satu perkara: gerak.


Ia bukan berenang untuk berpesta.

Bukan pula berputar demi gemerlap karang atau riang ombak.

Ia berenang karena diam berarti ajal.

Ia bergerak karena hidupnya hanya bisa berlangsung dalam laju.


Begitu ia berhenti,

air tak lagi mengalir ke insang,

oksigen tak lagi sampai ke darah,

dan detak hidup pun akan gugur di dasar laut.


Maka,

tuna bukan sekadar ikan ia adalah ayat peringatan.

Ayat tentang bagaimana gerak adalah hidup,

dan diam adalah kematian paling sunyi.


Wahai umat…

Wahai du‘at…

Wahai rijalud dakwah yang memikul cahaya…


Jangan pernah merasa cukup hanya dengan bergerak kemarin.

Jangan terlena oleh jejak, sebab jejak bukan jaminan napas.

Hari ini, engkau harus tetap bergerak atau engkau akan mati.


Harokah Barokah ; Bergeraklah Menjemput Keberkahan


Harokah bukan pilihan… ia adalah takdir.

Karena Islam tak pernah dibawa oleh mereka yang duduk…

Tapi ditegakkan oleh mereka yang berjalan bahkan berlari 

menembus kabut syubhat, badai syahwat, dan jurang jahiliyah!


Seperti tuna, para mujahid tak boleh diam.

Karena setiap langkah yang berhenti, adalah denyut yang mati.

Karena ruh dakwah hidup dari gerak, bukan gema.

Dari amal, bukan angan.


Wahai mujahid...

Tuna tak punya kemewahan untuk berhenti.

Dan engkau, lebih mulia dari tuna.

Engkau membawa risalah, bukan sirip.

Engkau membawa cahaya langit, bukan sisik.


Maka bergeraklah!

Karena hidupmu ditimbang dari berapa jauh engkau melangkah,

dan matimu akan dikenang dari ke mana engkau berjuang.


Gerakmu adalah dzikir.

Langkahmu adalah syahadah.

Dan diammu… adalah pengkhianatan.


Maka Bergeraklah....

Di jalan-Nya yang panjang, walau setapak demi setapak…

Karena satu-satunya nafas umat ini… adalah geraknya.”


 “Seandainya umat ini berhenti maka ia akan tenggelam dalam sejarah,

Tapi selama ia bergerak, meski pelan,

maka sejarah akan tunduk di hadapannya.”


Batu Nunggal Kota Bandung Jelang Terapi Hari Ini (Wildan Hakim)


☪️☪️☪️๐Ÿ’ฅ

*Admin Madrasatuna*

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Sahabat Nabi SAW

Inspirasi Pagi