Inspirasi Pagi :
Jangan terlalu hemat.
Sehingga kau lupa Memberi.
Jika kita terlalu hemat.
Maka kita dipenuhi energi kekurangan.
Jika kita terlalu hemat.
Maka kita akan dijauhi energi keberlimpahan.
Renungi QS. alHumazah 1 - 4.
Tetap Semangat
-------
HJS
KISAH DAN TAULADAN
Imam Malik bin Dinar RA menceritakan:
Suatu hari aku memasuki kota Basrah dan mendapati penduduknya berkumpul di masjid besar dari waktu Zuhur hingga Isyak, berdoa agar ALLAH SWT menurunkan hujan.
Sungai-sungai telah kering dan langit tidak menurunkan walau setitik hujan. Mereka menangis dan merayu, namun tiada jawapan.
Setelah mereka pulang, masuklah seorang lelaki miskin berkulit hitam, berhidung kecil, berbadan besar, hanya berpakaian dua helai kain lusuh.
Dia solat dua rakaat, kemudian mengangkat tangan dan berdoa:
"Ya ILAHI , TUHANku dan Penguasa diriku. ENGKAU menahan hujan ini untuk mendidik hamba hambaMU. Maka aku memohon kepada-MU, wahai Yang Maha Penyantun, Yang Maha Pemurah, turunkanlah hujan kepada mereka sekarang, sekarang, sekarang."
Belum sempat dia menurunkan tangannya, langit menjadi gelap, awan datang dari segala arah, dan hujan turun seperti air dari kantung.
Ya ALLAH… siapakah lelaki ini?
Imam Malik mengekori lelaki itu hingga ke sebuah rumah yang tidak dikenali. Keesokan harinya, beliau kembali dan mendapati rumah itu adalah tempat menjual hamba. Beliau meminta untuk membeli hamba, tetapi tidak berkenan dengan harga yang ditawarkan. Akhirnya beliau melihat sebuah pondok kecil di tepi rumah, dan meminta untuk melihat siapa di dalamnya.
Lelaki itu adalah orang yang berdoa semalam. Imam Malik membelinya dengan harga yang sangat murah.
Hamba itu bertanya:
"Tuanku, mengapa tuanku membeli aku? Jika tuanku mahukan kekuatan, ada yang lebih kuat. Jika tuanku mahukan rupa, ada yang lebih tampan. Jika tuanku mahukan kemahiran, ada yang lebih bijak. Maka mengapa aku?"
Imam Malik menjawab:
"Semalam seluruh Basrah berdoa dan tiada jawapan. Tetapi engkau masuk, berdoa, dan APLAH SWT terus menurunkan hujan."
Hamba itu berkata:
"Mungkin bukan aku? Mungkin orang lain?"
Imam Malik menjawab:
"Aku pasti, itu adalah engkau."
Apabila hamba itu yakin rahsianya telah terbongkar, dia bersujud kepada ALLAH SWT dan tidak bangun lagi.
Imam Malik mendengar dia berkata:
Wahai Pemilik rahsia, , rahsia telah terbongkar,
Aku tidak mampu hidup setelah ia diketahui."
Lalu rohnya kembali kepada Penciptanya, dalam keadaan sujud dan penuh keikhlasan.
Sayyidina Malik Bin Dinar RA
Al Fatihah
Allahumma Salli Ala Sayyidina Muhammad Wa Barik Wa Sallim
ALLAH HU ALLAH
🌵🌵🌵🌵🌵🌵🌵🌵🌵🌵🌵
*السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ*
_Sejenak Pagi_
*Bersyukur atau Mengeluh?*
Dalam kehidupan sehari-hari, kita dihadapkan pada dua sikap: bersyukur atau mengeluh. Keduanya lahir dari hati, dan keduanya menentukan kualitas iman kita.
*Makna Bersyukur*
Bersyukur bukan hanya mengucapkan alhamdulillah, tetapi mencakup tiga hal:
1. Syukur dengan hati: menyadari bahwa semua nikmat berasal dari Alloh Ta’ala.
2. Syukur dengan lisan: memuji Alloh Ta’ala dan tidak memperbanyak keluhan.
3. Syukur dengan perbuatan: menggunakanc nikmat untuk ketaatan.
Alloh Ta’ala berfirman:
*“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.”*
(QS. Ibrahim: 7)
Artinya, syukur adalah kunci bertambahnya nikmat, bukan hanya nikmat materi, tetapi juga ketenangan hati.
*Bahaya Mengeluh*
Mengeluh berlebihan mencerminkan ketidakridhaan terhadap takdir Alloh Ta’ala. Mengeluh tidak menyelesaikan masalah, justru:
* Melemahkan hati
* Menghilangkan keberkahan
* Menjadikan nikmat terasa sempit.
Rasululloh ﷺ bersabda:
*“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Semua urusannya baik baginya…”*
(HR. Muslim)
*Jika mendapat nikmat → bersyukur*
*Jika mendapat musibah → bersabar*
Inilah ciri orang beriman.
*Teladan Nabi ﷺ*
Rasululloh ﷺ hidup sederhana, bahkan pernah lapar berhari-hari. Namun tidak pernah kita dapati beliau mengeluh. Justru beliau memperbanyak doa, sabar, dan syukur. Inilah teladan bagi kita dalam menghadapi kehidupan.
Hidup ini bukan tentang seberapa banyak nikmat yang kita miliki, tetapi seberapa besar rasa syukur dalam hati. Mari kita kurangi keluhan, perbanyak syukur, karena syukur mengundang ridha Alloh Ta’ala dan menenangkan jiwa.
Semoga Alloh Ta’ala menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang pandai bersyukur dan dijauhkan dari sifat suka mengeluh.
*_Allahumma Sholli 'Ala Sayyidina Muhammad, Wa 'ala Aali Sayyidina Muhammad_*
*_Yaa Sayyidi Yaa Rosululloh,.._*
*_Yaa Sayyidi Yaa Rosululloh,.._*
*_Yaa Sayyidi Yaa Rosululloh,.._*
Wallahu A'lam Bisshawab.
Ya Alloh, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang. Dengan rahmat dan pertolongan Mu kami hidup dan dengan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk).
Ya Alloh, aku memohon kekuatan dari-Mu karena kelemahan kami, kekayaan dari-Mu karena kefakiran dan kepapaan kami, dan kearifan dan ilmu dari-Mu karena kejahilan kami.
Ya Alloh, sampaikanlah shalawat kepada Rasululloh ﷺ dan keluarganya dan bantulah kami supaya dapat bersyukur dan berzikir pada-Mu, dengan rahmat-Mu wahai Yang Maha Pengasih di antara yang mengasihi.
*Robbana Taqobbal Minna*
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), *Aamiin yarobbal alamiin,..🤲*
😊🙏❤️
*✦•══✦°❖◎🔘◎❖°✦══•✦*
*﷽*
*MEMAHAMI JEBAKAN ISTIDRAJ*
“Yang dikhawatirkan atas dirimu adalah dosa yang dilakukan secara berantai sehingga menjebak dan mengokohkan dirimu di dalamnya.
> *Allah ﷻ berfirman:*
'Kami akan menjebak mereka dari arah yang tidak mereka ketahui.'
*(QS Al-Qalam 68: 44)”*
*(Syekh Ibnu Atha'illah dalam Taj Al-‘Arus)*
Istidraj atau jebakan Allah kepada pelaku maksiat adalah dengan memberi mereka kesehatan dan kenikmatan yang kemudian mereka pergunakan sebagai sarana untuk semakin banyak melakukan kemaksiatan dan dosa.
> *Nabi Muhammad ﷺ bersabda:*
"Jika kau melihat Allah memberi dunia kepada hamba yang bermaksiat seperti yang ia inginkan, sesungguhnya itu merupakan istidraj."
*(HR Ahmad)*
*Dalam ayat lain Allah menerangkan maksud istidraj dalam bentuk yang lebih jelas,*
"Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan, Kami bukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka. Sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan, Kami siksa mereka dengan tiba-tiba. Ketika itulah mereka terdiam putus asa."
*(QS Al-An'am 6: 44)*
Orang beriman selalu khawatir ketika pintu-pintu rezeki terbuka untuknya. Ia khawatir itu merupakan jebakan menuju siksa. Karena itu, ia senantiasa bersyukur kepada Allah dengan menjalankan ketaatan dan menunaikan hak-hak harta sebagaimana yang diperintahkan-Nya.
*والله اعلم بالصواب*
*`♡اللٌَــهـُـمٌَ صَـلِّ عَـلَـى سـَـيْـدِنَـا مـُـحَـمٌَــدٍ وَعَـلَى آلِــہِ وَصَـحْـبِــہِ وَبَـارِك وَسَـلِّـم♡*
*✦•══✦°❖◎🔘◎❖°✦══•*✦
[8/1 07.02] endarkumari: *السلام عليكم ورحمة الله وبركاته*
*اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ ﷺ*
*4 TANDA HATIMU DIKUATKAN ALLAH LEWAT SHOLAT..!?*
*1. Hati terasa lebih tenang setelah sujud, meski masalah belum selesai, karena jiwa sudah bersandar.*
*2. Doa mengalir apa adanya, meski tak fasih & singkat, karena yakin Allah memahami segalanya.*
*3. Rindu kembali ke sajadah, meski lelah dan sibuk, karena sholat menjadi tempat pulang.*
*4. Masalah tak lagi ditakuti berlebihan, karena hati percaya Allah selalu cukup.*
*Ya Allah, jadikan sholat sebagai penenang hati kami, penguat iman kami, dan jalan terbaik dalam menghadapi setiap ujian hidup.*
*Aamiin ya 'Allah*
*🕌 حي على الصلاة.........🕌*
*اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ ﷺ*
*🍃♥️🌹📚📚*
Komentar
Posting Komentar