Postinganku Hari Ini

 Inspirasi Pagi :


Kalau hari ini masih bisa bernapas.

Jangan lupa sama yang memberi napas.

Kalau hari ini masih ada rezeki.

Jangan lupa sama yang memberi rezeki.

Dunia ini tiba-tiba : Tiba-tiba miskin, tiba-tiba sakit, tiba-tiba mati.


"Ingatlah selalu Allah dalam segala keadaan" (QS. AlImran 191)


Tetap Semangat

--------

HJS



CAHAYA DHUHA*✨



*SANGAT BERAT UNTUK IKHLAS*


Imam Sufyan Ats Tsauri rahimahullah berkata:


"Tidaklah aku mengobati sesuatu yang lebih berat daripada mengobati niatku, sebab ia senantiasa berbolak-balik pada diriku."


Lihat: Al Majmu’ Syarhul Muhadzdzab (I/17), Jami’ul ‘Ulum Wal Hikam (I/70)


Semoga Allah Azza wa Jalla selalu membimbing kita di dalam kebaikan serta kita senantiasa istiqomah di jalan yang diridhoi oleh Allah. Aamiin


Islamituindah 




┈••✾•◆❀◆•✾••┈•┈┈••✾•◆❀◆•✾•

[17/1 10.49] endarkumari: ๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚


*ุงู„ุณَّู„ุงَู…ُ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ูˆَุฑَุญْู…َุฉُ ุงู„ู„ู‡ِ ูˆَุจَุฑَูƒَุงุชُู‡ُ* 


_Sejenak Pagi_


*SEBUAH PELAJARAN KECIL DARI SUATU PERISTIWA BESAR*


Salah satu kejadian luar biasa yang mengawali peristiwa Isra Miraj adalah pembelahan dada Rasululloh ๏ทบ.

Merujuk kepada kitab Fathul Bari, kejadian ini terjadi di Masjidil Haram sebelum beliau melesat menuju Masjid Al-Aqsha.


Malaikat Jibril membelah dada Rasululloh ๏ทบ, membilas dengan air zam-zam, kemudian menambahkan iman dan hikmah pada diri Rasululloh ๏ทบ.


Jadi tujuan pembelahan dada ini untuk memberikan iman dan hikmah dari Alloh Ta'ala, yang dibawa oleh malaikat Jibril. Itulah sebabnya mengapa sebelumnya dibilas dengan zam-zam, karena iman dan hikmah ini adalah anugerah yang sangat bersih dan murni dari Alloh Ta'ala. 


Tentu saja hati Rasululloh ๏ทบ sudah jernih sejak awal. Namun karena anugerah yang akan diterima ini lebih bersih lagi, maka hati Rasululloh ๏ทบpun dicuci kembali agar setara kemurnian di antara keduanya.


Apa pelajaran yang dapat kita petik? 

Yaitu sesuatu yang bersih, hanya dapat diterima oleh yang bersih pula.


Mari kita ambil contoh dalam hal ilmu. Setiap mukmin yang ingin menerima ilmu dengan pemahaman yang baik, hendaknya membersihkan hati ketika belajar di hadapan gurunya. Peribahasa Arab berujar, 

*“Ilmu adalah permata yang terang. Tidak akan diterima kecuali pada hati yang cemerlang.”*


Contoh yang lain kita dapati dalam hal doa. Ketika seseorang mendoakan kebaikan kepada saudaranya, terkadang doa tersebut seperti tidak berpengaruh apapun. Bisa jadi, orang yang didoakan itu dalam keadaan belum menjaga kebersihan hatinya. 


Karena doa adalah anugerah yang bersifat suci, maka tidak akan diterima kecuali pada hati yang terpuji. 


Saya mengenal seorang ibu yang salehah. Beliau senantiasa menyebut nama putra-putrinya satu persatu dalam doa tahajudnya. Tanpa terkecuali mereka semua didoakan dengan kesuksesan dan kebahagiaan. 


Sebagian anak-anaknya tampak beroleh kejayaan dan keberkahan dalam usahanya. Namun sebagian lagi, tampak masih belum merasakan manfaat doa sang bunda.


Gerangan apakah sampai demikian? 

Bisa jadi, yang sebagian lagi tersebut masih belum memantaskan diri dengan kebersihan hati agar dapat menerima doa.


Oleh karena itu, hendaklah hari-hari yang kita lalui senantiasa kita pergunakan untuk menyempurnakan akhlak dan memperbaiki hati. 


Sungguh banyak doa terucap dari lisan tulus orang tua kita, dari lisan jujur guru-guru kita, bahkan dari anak-anak yatim dan kaum fakir yang kita derma. Sayang sekali jika doa-doa tersebut kurang berarti karena diri kita yang tidak pantas menerima.


Karena sesuatu yang bersih, hanya dapat diterima oleh yang bersih pula.


*_Allahumma Sholli 'Ala Sayyidina Muhammad, Wa 'ala Aali Sayyidina Muhammad_*


*_Yaa Sayyidi Yaa Rosululloh,.._*

*_Yaa Sayyidi Yaa Rosululloh,.._*

*_Yaa Sayyidi Yaa Rosululloh,.._*


Wallahu A'lam Bisshawab.


Ya Alloh, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang. 

Dengan rahmat dan pertolongan Mu kami hidup dan dengan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk).


Ya Alloh, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rezeki yang halal, dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik).


*Robbana Taqobbal Minna*

Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), *Aamiin yarobbal alamiin,..๐Ÿคฒ*

 

                         ๐Ÿ˜Š

[17/1 10.49] endarkumari: ๐Ÿƒ๐Ÿ‚๐Ÿƒ๐Ÿ‚๐Ÿƒ๐Ÿ‚๐Ÿƒ๐Ÿ‚๐Ÿƒ๐Ÿ‚


Short Message Story:

ONE DAY ONE HADITS

Sabtu, 17 Januari 2026 / 28 Rajab 1447


Kenikmatan  Hidup 


ุญَุฏَّุซَู†َุง ุณُูˆَูŠْุฏُ ุจْู†ُ ุณَุนِูŠุฏٍ ูˆَู…ُุฌَุงู‡ِุฏُ ุจْู†ُ ู…ُูˆุณَู‰ ู‚َุงู„َุง ุญَุฏَّุซَู†َุง ู…َุฑْูˆَุงู†ُ ุจْู†ُ ู…ُุนَุงูˆِูŠَุฉَ ุญَุฏَّุซَู†َุง ุนَุจْุฏُ ุงู„ุฑَّุญْู…َู†ِ ุจْู†ُ ุฃَุจِูŠ ุดُู…َูŠْู„َุฉَ ุนَู†ْ ุณَู„َู…َุฉَ ุจْู†ِ ุนُุจَูŠْุฏِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุจْู†ِ ู…ِุญْุตَู†ٍ ุงู„ْุฃَู†ْุตَุงุฑِูŠِّ ุนَู†ْ ุฃَุจِูŠู‡ِ، ู‚ุงู„: ู‚ุงู„ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ  ู…َู†ْ ุฃَุตْุจَุญَ ู…ِู†ْูƒُู…ْ ู…ُุนَุงูًู‰ ูِูŠ ุฌَุณَุฏِู‡ِ ุขู…ِู†ًุง ูِูŠ ุณِุฑْุจِู‡ِ ุนِู†ْุฏَู‡ُ ู‚ُูˆุชُ ูŠَูˆْู…ِู‡ِ ูَูƒَุฃَู†َّู…َุง ุญِูŠุฒَุชْ ู„َู‡ُ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง


Telah menceritakan kepada kami Suwaid bin Sa’id dan Mujahid bin Musa, keduanya berkata: telah menceritakan kepada kami Marwan bin Mu’awiyah, telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Abu Syumailah dari Salamah bin ‘Ubaidillah bin Mihshan al-Anshari dari ayahnya dia berkata, “Barangsiapa yang di pagi hari sehat badannya, tenang jiwanya, dan dia mempunyai makanan di hari itu, maka seolah-olah dunia ini dikaruniakan kepadanya.”

Hadits ini dikeluarkan oleh Imam Ibnu Majah dalam “Sunan”-nya dalam kitab “az-Zuhd”, bab “al-Qana’ah”, dengan nomer hadits (4141).





* Pelajaran yang terdapat di dalam hadist :


1- Setiap manusia, apalagi sebagai muslim, tentu mendambakan kehidupan yang menyenangkan di dunia ini, bahkan kalau perlu seolah-olah dunia ini menjadi milik kita. 



2- Untuk bisa merasakan kehikmatan hidup di dunia ini, ada tiga perkara yang harus dicapai oleh seorang muslim, hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi –shallallaahu ‘alaihi wa sallam- di atas,


ู…َู†ْ ุฃَุตْุจَุญَ ู…ِู†ْูƒُู…ْ ู…ُุนَุงูًู‰ ูِูŠ ุฌَุณَุฏِู‡ِ ุขู…ِู†ًุง ูِูŠ ุณِุฑْุจِู‡ِ ุนِู†ْุฏَู‡ُ ู‚ُูˆุชُ ูŠَูˆْู…ِู‡ِ ูَูƒَุฃَู†َّู…َุง ุญِูŠุฒَุชْ ู„َู‡ُ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง


“Barangsiapa yang di pagi hari sehat badannya, tenang jiwanya, dan dia mempunyai makanan di hari itu, maka seolah-olah dunia ini dikaruniakan kepadanya.”



3- Badan yang sehat merupakan suatu kenikmatan tersendiri bagi manusia yang tidak ternilai harganya, rasanya tidak ada artinya segala sesuatu yang kita miliki bila kita tidak memiliki kesehatan jasmani. Apa artinya harta yang berlimpah dengan mobil yang mahal harganya, rumah yang besar dan bagus, kedudukan yang tinggi dan segala sesuatu yang sebenarnya menyenangkan untuk hidup di dunia ini bila kita tidak sehat. Oleh karena kesehatan bukan hanya harus dibanggakan dihadapan orang lain, tetapi yang lebih penting lagi adalah harus disyukuri kepada yang menganugerahkannya, yakni Allah –subhaanahu wa ta’ala-.



4- Hal yang tidak kalah pentingnya dari badan yang sehat adalah jiwa yang tenang, sebab apa artinya manusia memiliki jiwa yang sehat bila jiwanya tidak tenang, bahkan badan yang sakit sekalipun tidak menjadi persoalan yang terlalu memberatkan bila dihadapi dengan jiwa yang tenang, apalagi ketenangan jiwa bila menjadi modal yang besar untuk bisa sembuh dari berbagai penyakit.



5- Jiwa yang tenang adalah jiwa yang selalu berorientasi kepada Allah –subhaanahu wa ta’ala-, karena itu, orang yang ingin meraih ketenangan hidup dijalani kehidupan dengan segala aktivitasnya karena Allah, dengan ketentuan yang telah digariskan Allah–subhaanahu wa ta’ala-dan untuk meraih ridha dari Allah–subhaanahu wa ta’ala-. 



6- Dengan demikian, sumber ketenangan hidup bagi seorang muslim adalah keimanan kepada Allah –subhaanahu wa ta’ala- dan ia selalu berdzikir kepada Allah. 



7- Oleh karena itu, memiliki makanan yang cukup atau perekonomian yang memadai merupakan suatu kenikmatan tersendiri dalam hidup ini, sedangkan bila kondisi kehidupan seseorang dalam keadaan lapar, dan ia tidur dalam keadaan yang demikian, maka hal itu merupakan sesuatu yang sangat jelek, karenanya Rasulullah Rasulullah –shallallaahu ‘alaihi wa sallam- selalu berdo’a sebagaimana terdapat dalam hadits,


ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฅِู†ِّูŠ ุฃَุนُูˆุฐُ ุจِูƒَ ู…ِู†ْ ุงู„ْุฌُูˆุนِ ูَุฅِู†َّู‡ُ ุจِุฆْุณَ ุงู„ุถَّุฌِูŠุนُ


“Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari lapar, karena ia adalah teman tidur yang paling jelek".. 

[HR. Abu Dawud, dalam kitab: Witir, bab: al-Isti’adzah (Minta Perlindungan)] 




* Tema hadist yang berkaitan dengan Al Qur'an :


1- Jiwa yang tenang adalah jiwa yang selalu berorientasi kepada Allah –subhaanahu wa ta’ala-, karena itu, orang yang ingin meraih ketenangan hidup dijalani kehidupan dengan segala aktivitasnya karena Allah, dengan ketentuan yang telah digariskan Allah–subhaanahu wa ta’ala-dan untuk meraih ridha dari Allah–subhaanahu wa ta’ala-. Dengan demikian, sumber ketenangan hidup bagi seorang muslim adalah keimanan kepada Allah . 


ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขَู…َู†ُูˆุง ูˆَุชَุทْู…َุฆِู†ُّ ู‚ُู„ُูˆุจُู‡ُู…ْ ุจِุฐِูƒْุฑِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุฃَู„َุง ุจِุฐِูƒْุฑِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุชَุทْู…َุฆِู†ُّ ุงู„ْู‚ُู„ُูˆุจُ


“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram (tenang) dengan mengingat Allah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenang.” (QS. ar-Ra’ad: 28).



2- Disamping itu, seandainya kematian akan menjemput dirinya, keimanan kepada Allah –subhaanahu wa ta’ala– dengan segala aplikasinya tidak akan membuat seorang muslim takut kepada mati, bahkan ia akan menyambut kematian itu dengan jiwa yang tenang, Allah –subhaanahu wa ta’ala- pun memanggilnya dengan panggilan yang menyenangkan,


ูŠَุง ุฃَูŠَّุชُู‡َุง ุงู„ู†َّูْุณُ ุงู„ْู…ُุทْู…َุฆِู†َّุฉُ، ุงุฑْุฌِุนِูŠ ุฅِู„َู‰ ุฑَุจِّูƒِ ุฑَุงุถِูŠَุฉً ู…َุฑْุถِูŠَّุฉً،  ูَุงุฏْุฎُู„ِูŠ ูِูŠ ุนِุจَุงุฏِูŠ،  ูˆَุงุฏْุฎُู„ِูŠ ุฌَู†َّุชِูŠ


“Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku dan masuklah ke dalam surga-Ku.” (QS. al-Fajr : 27 – 30).


๐Ÿƒ๐Ÿ‚๐Ÿƒ๐Ÿ‚๐Ÿƒ๐Ÿ‚๐Ÿƒ๐Ÿ‚๐Ÿƒ๐Ÿ‚

[17/1 10.50] endarkumari: ๐—›๐—ถ๐—ธ๐—บ๐—ฎ๐—ต ๐—ฃ๐—ฎ๐—ด๐—ถ


Dikatakan kepada Rabi' bin Khutsaim rahimahullah “Kami tidak pernah melihatmu menggunjing siapa pun.” Ia menjawab, “Aku sendiri belum ridha dengan keadaanku, bagaimana mungkin aku menyempatkan diri mencela orang lain?”



=============

ู‚ِูŠู„َ ู„ِู„ุฑَّุจِูŠุนِ ุจْู†ِ ุฎُุซَูŠْู…ٍ: ู…َุง ู†َุฑَุงูƒَ ุชَุบْุชَุงุจُ ุฃَุญَุฏًุง، ูَู‚َุงู„َ: ู„َุณْุชُ ุนَู†ْ ุญَุงู„ِูŠ ุฑَุงุถِูŠًุง ุญَุชَّู‰ ุฃَุชَูَุฑَّุบَ ู„ِุฐَู…ِّ ุงู„ู†َّุงุณِ (ุฑุจูŠุน ุงู„ุฃุจุฑุงุฑ ูกูฃูง/ูก)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Sahabat Nabi SAW

Inspirasi Pagi